HomeTriviaMengenal Lebih Dekat Mata Kuliah Public Speaking

Mengenal Lebih Dekat Mata Kuliah Public Speaking

Hai, Ilkomers! Kalau kita main ke Fikom sekarang-sekarang ini, sering banget ketemu wajah baru dengan semangat yang masih fresh, kan? Yup, mereka adalah keluarga baru kita, adik-adik Ilkomers angkatan 2025! 

Kalau diingat lagi, waktu pertama kali masuk kuliah tuh rasanya penuh semangat, penasaran, dan excited sama hal-hal baru yang bakal dipelajari. Dari yang biasanya ketemu Matematika, IPA, atau IPS, tiba-tiba disambut dengan empat mata kuliah baru yang terasa berbeda dari masa SMA. 

Salah satunya adalah Public Speaking, mata kuliah wajib yang jadi bagian penting buat Ilkomers semester 1.

Nah, Ilkomers angkatan 2025, penasaran nggak sih, Public Speaking itu kayak gimana?

Tantri Anisa Hanjani, M.I.Kom, salah satu dosen Public Speaking, sudah kasih jawaban buat pertanyaan-pertanyaan yang biasanya masih suka malu ditanyain mahasiswa. Jawabannya bisa banget jadi pegangan biar Ilkomers lebih gampang dapet nilai bagus. Penasaran gimana tipsnya? Yuk, langsung kita simak!

Apa tujuan dari mata kuliah Public Speaking?
Selain yang sudah tertulis di RPS, secara khusus tujuannya adalah supaya mahasiswa mampu berbicara dengan logis, jelas, dan terstruktur menggunakan berbagai metode di depan umum. Nggak cuma bicara, tapi juga menulis naskah yang berarti mampu mengonsepkan apa yang ingin disampaikan. 

Biasanya kita akan diminta mempraktikkan beberapa metode public speaking, seperti ekstemporan (pembicara menyiapkan catatan kecil yang akan digunakan saat berbicara di umum), impromptu (berbicara secara spontan), dan manuskrip (membaca naskah).

Apakah ada perubahan RPS tahun ini?
Ada! Salah satunya tentang public speaking di media digital, yang jelas berbeda dengan audiens tatap muka. Bentuknya bisa lewat konten, vlog, atau format lainnya, karena kita nggak bisa langsung dapat reaksi penonton. Selain itu, ada juga penekanan pada storytelling yang tanpa kita sadari banyak banget bentuknya, mulai dari promosi produk, stand-up comedy, sampai video tutorial. Beberapa tahun terakhir, storytelling terbukti jadi kemampuan penting dengan kekuatan besar.

Bagaimana metode pembelajarannya?
Kombinasi antara teori dan praktik. Walaupun praktik sangat penting dan perlu dilakukan, teori juga sama pentingnya. Perlu diingat kalau public speaking itu learning by doing. Jadi kalau sudah tahu teori, harus langsung dipraktikkan.

Bentuk penilaiannya seperti apa?
UTS berupa teori, sedangkan UAS praktik. Semuanya seimbang, ada teori dan ada praktik. Sama juga dengan tugas-tugas, misalnya bikin naskah pidato yang harus sesuai dengan apa yang dipelajari.

Apa saja keterampilan yang diperlukan?
Ada beberapa, nih. Mulai dari memanfaatkan teknologi, menggunakan teknik vokal dan pernapasan yang baik, berbahasa dengan baik, menganalisis audiens, menyusun naskah yang tepat, sampai siap menerima dan merespons feedback.

Nah, Ilkomers, kalau ditarik ke dunia kerja, keterampilan public speaking ini relevansinya besar banget. Bayangin deh, ide sekeren apa pun bakal percuma kalau kita nggak bisa menyampaikannya dengan jelas. Public speaking bikin kita lebih percaya diri, lebih meyakinkan, dan bikin orang lain paham maksud kita. Mulai dari presentasi klien, rapat kelompok, sampai pitching ke atasan, semuanya butuh skill ini. Atau nggak usah jauh-jauh ke dunia kerja, dalam skripsi pun, public speaking kerasa banget manfaatnya.

Makanya, bisa dibilang public speaking itu bekal penting yang nggak akan lekang dimakan waktu. Bahkan, AI pun nggak bisa menggantikan kemampuan ini!

So, udah tahu kan apa saja yang perlu Ilkomers siapkan untuk mata kuliah Public Speaking ini? Semoga bisa dapat lebih dari sekadar nilai ya, Ilkomers!

Course 101 Vol #1

Share: