Program studi S1 Ilmu Komunikasi (selanjutnya Prodi Ilmu Komunikasi) adalah epicentrum perkembangan ilmu komunikasi di Indonesia. Setiap tahun, Prodi Ilmu Komunikasi merupakan salah satu dari top 10 program studi sosial humaniora terfavorit di universitas Padjadjaran. Trend animo calon mahasiswa baru selalu di atas 3200 pendaftar yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan animo dan keketatan penerimaaan mahasiswa baru yang tinggi tersebut, Prodi Ilmu Komunikasi berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang digital, riset, dan kewirausahaan, dengan terus memperhatikan kemudahan layanan kemahasiswaan. Hal ini dapat dilihat dari metode rekruitmen dan seleksi yang dilakukan, layanan beasiswa yang dapat dengan mudah diakses oleh mahasiswa, serta ketersediaan dan kemudahan akses terhadap layanan lainnya. Selain itu, juga tersedia sarana dan prasarana yang memadai, seperti fasilitas laboratorium praktikum, layanan kesehatan, olahraga, seni, dan peminatan.
Prodi Ilmu Komunikasi bertujuan untuk menghasilkan tiga profil lulusan yakni, Periset Komunikasi Professional, Digital Communication Planner, dan Social Entrepreneur. Oleh karenanya, untuk mencapai profil lulusan tersebut, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi diharapkan mencapai hasil belajar berupa kemampuan untuk mengidentifikasikan, menjelaskan, dan menggunakan teori-teori komunikasi yang relevan di bidang kajian komunikasi kesehatan, politik, budaya dan media. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu melakukan presentasi di depan publik dengan menggabungkan keterampilan retorika, perencanaan komunikasi, dan komunikasi visual. Mahasiswa juga diharapkan mampu membuat produk komunikasi dalam beragam platform media serta mengaplikasikan analisis data kuantitatif dan data kualitatif dalam berbagai konteks penelitian komunikasi. Kemampuan lainnya yang juga harus dimiliki adalah melakukan kajian kritis terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta implikasinya terhadap masyarakat.
Upaya yang dilakukan untuk mencapai semua kompetensi yang diharapkan tersebut di antaranya melalui penyusunan kurikulum Prodi Ilmu Komunikasi yang mempertimbangkan perkembangan keilmuan komunikasi, arah kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia, serta tren industri. Ketercapaian hasil belajar yang diharapkan oleh program studi secara umum dapat dibuktikan melalui beberapa bentuk, diantaranya adalah evaluasi dosen-mahasiswa, artikel ilmiah karya mahasiswa yang dipublikasi pada jurnal nasional terakreditasi, serta produk pelaksanaan program komunikasi.
Prodi Ilmu Komunikasi mengusung motto “Insight-based Communication to Enhancing the Society” sebagai spirit untuk mencapai visi, misi, dan tujuan program studi ke depannya. Motto ini juga yang mendorong Prodi Ilmu Komunikasi untuk selalu hadir dengan perkembangan keilmuan dan inovasi untuk masyarakat.
“Menjadi Pusat Pendidikan dan Pengetahuan Ilmu Komunikasi di Jenjang Sarjana yang Inklusif, Berkelanjutan, Berkelas Dunia, dan Berdampak pada Masyarakat.”