Hai Ilkomers! Tahukah kamu bahwa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran memiliki wadah kompetisi bergengsi bernama Epicentrum? Epicentrum merupakan festival komunikasi tahunan berskala internasional yang diselenggarakan oleh BEM Fikom Unpad dan secara konsisten mengangkat berbagai isu-isu sosial. Dalam pelaksanaannya, setiap program studi di Fikom menghadirkan cabang lomba yang selaras dengan karakteristik keilmuannya masing-masing. Adapun untuk Program Studi Ilmu Komunikasi sendiri, kompetisi tersebut dikenal dengan nama Research Mindedness (Remind).
Remind merupakan ajang kompetisi yang menitikberatkan pada pengembangan riset serta perumusan solusi strategis berbasis perspektif komunikasi. Mardiyah Fitri Robbani, mahasiswa Ilmu Komunikasi 2024 yang akrab disapa May, mendapatkan kesempatan untuk dapat menjadi Project Officer Remind 2026. Ia menjelaskan bahwa Remind tahun ini dirancang sebagai kompetisi riset komunikasi berskala internasional yang mendorong mahasiswa untuk berperan aktif sebagai agent of change dalam merespons isu-isu sosial.
Lebih lanjut, May memaparkan tiga misi utama yang ingin diwujudkan dalam Remind 2026. Pertama, ruang belajar, yakni menyediakan wadah pembelajaran bagi mahasiswa melalui kompetisi riset internasional yang menjunjung tinggi nilai sportivitas, sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi panitia dalam membangun kepanitiaan yang profesional, terstruktur, dan terarah dalam harmoni keluarga. Kedua, ruang kontribusi, yaitu membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menawarkan solusi sosial yang strategis, kreatif, dan inovatif melalui pendekatan komunikasi, serta menjadi ruang kontribusi panitia dalam menyukseskan Remind 2026 agar meninggalkan kesan bermakna. Ketiga, ruang interaksi, dengan menciptakan hubungan kolaboratif antara mahasiswa, panitia, dan pihak eksternal yang dapat memberikan manfaat berupa relasi, pengalaman, hingga dukungan material maupun nonmaterial.
Remind 2026 juga menghadirkan sejumlah pembaruan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya terletak pada identitas visual, yakni logo Remind yang akan mengalami perubahan dan saat ini masih dalam tahap perumusan bersama tim panitia inti. Selain itu, secara struktural, pembagian divisi kepanitiaan turut mengalami penyesuaian. Sebagai contoh, divisi sponsor pada tahun sebelumnya kini dikembangkan menjadi divisi sponspart, dengan cakupan kerja yang lebih luas, meliputi pencarian sponsor sekaligus mewadahi adanya media partner.
Berkaca dari evaluasi tahun sebelumnya, Remind masih menghadapi tantangan dalam menjaring partisipan dari luar negeri. Oleh karena itu, panitia Remind 2026 menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat jangkauan internasional. Upaya tersebut meliputi optimalisasi promosi melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan LinkedIn, serta menjalin kerja sama melalui media partner dan brand collaboration. Tidak hanya itu, Remind juga akan mengadakan roadshow baik secara daring maupun luring. Roadshow ini tidak hanya menyasar kampus-kampus eksternal, tetapi juga lingkungan internal Unpad, seperti Graha Kandaga dan fakultas-fakultas lain di Universitas Padjadjaran. Dalam konteks internasionalisasi, Remind berencana berkolaborasi dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Unpad sebagai penghubung ke universitas mitra luar negeri, serta bekerja sama dengan lembaga dan komunitas internasional yang ada di lingkungan kampus.
Saat ini, Remind 2026 telah memasuki tahap persiapan open recruitment staf, setelah sebelumnya membuka pendaftaran khusus untuk staf MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia). Adapun periode open recruitment all staff akan dilaksanakan pada tanggal 1-7 Januari 2026 mendatang. Oleh karena itu, May mengajak seluruh mahasiswa untuk bergabung, baik sebagai panitia maupun sebagai peserta lomba. Bagi panitia, May menerangkan bahwa Remind akan menjadi ruang belajar baru yang tidak hanya menawarkan pengalaman organisasi, tetapi juga tentunya membangun relasi dan rasa kekeluargaan di lingkungan Ilmu Komunikasi Unpad. Sementara itu, bagi peserta, Remind 2026 hadir sebagai ruang untuk berprestasi sekaligus belajar, dengan tema kajian riset yang dijamin semakin menarik untuk dikaji. “So, jadikan Remind sebagai kesempatan kamu untuk berprestasi!” tutur May.
Jika ditinjau dari segi pelaksanaannya, Remind 2026 sendiri sejalan dengan dua poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya poin 4: Pendidikan Berkualitas, melalui upaya penyediaan ruang pembelajaran berkualitas dan inklusif dalam skala internasional. Selain itu, Remind juga mendukung poin 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan, dengan mendorong kolaborasi lintas institusi, baik nasional maupun internasional, sebagai langkah nyata membangun kerja sama global di bidang akademik dan riset komunikasi.
Yellow Whispers Vol #9
