Halo Mahasiswa Ilmu Komunikasi!
Pada bulan Juni 2024 lalu, 5 Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unpad yang telah menjalankan program pertukaran pelajar IISMA 2023 telah menyelesaikan sidang sebagai pertanggungjawaban terakhir mahasiswa IISMA terhadap prodi. Dalam sidang tersebut, mahasiswa mempresentasikan mengenai kegiatan akademik yang dilalui, kegiatan non-akademik yang dilaksanakan, kegiatan-kegiatan, dan berdiskusi mengenai hal dan sarana positif yang ada selama perkuliahannya di luar negeri yang dapat menjadi rekomendasi atau bagi pengembangan prodi Ilmu Komunikasi.
Zidane Rafif Ramzaki, akrab dipanggil Jay atau Zidane, adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi 2020 yang menjalani IISMA ke Universiti Sains Malaysia. Ia mengapresiasi percampuran antara mahasiswa pertukaran pelajar dengan mahasiswa lokal di beberapa mata kuliah, sehingga mahasiswa lokal dapat berbaur dan didorong untuk berkolaborasi dengan mahasiswa pertukaran pelajar, dan sebaliknya. Ia juga mengapresiasi sarana kampus berupa Bus yang berkapasitas besar dan ber-AC, sehingga meningkatkan kenyamanan dan mampu menampung banyak mahasiswa sekaligus. Terakhir, Zidane memberikan saran bagi keberlangsungan MBKM kedepannya, yaitu untuk menggencarkan sosialisasi MBKM dengan timeline dan informasi konversi yang terpampang jelas.
Selanjutnya, Florencia Elaine adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2021 yang menjalankan pertukaran pelajar ke Maastricht University, Belanda. Elaine memberikan beberapa ide untuk pengembangan yang ia temui di Belanda, seperti support mental health yang ada dan banyak informasinya di sekitar kampus. Di kampus Maastricht, juga ada writing center dengan fasilitas komputer dan banyak meja belajar, dengan dosen yang dapat dihubungi untuk membantu dalam menulis paper, artikel, skripsi, maupun karya fiksi pribadi. Menurutnya, Writing Center ini akan sangat membantu dan bagus jika dapat diterapkan di lingkungan Fikom, karena banyak tugas dari mahasiswa Ilmu Komunikasi yang berkaitan dengan menulis dan artikel ilmiah, sehingga mahasiswa akan sangat terbantu dengan bantuan dosen dan sarana penunjang penulisan ini.
Kimi Mikael adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi 2020 yang telah belajar di Palacky University Olomouc, Republik Ceko di 2023 lalu. Kimi memberikan perhatian kepada sistem akademik pembelajaran di Eropa, di mana dosen-dosen menerapkan sistem yang sangat interaktif. Dosen-dosen memberi ruangan yang sangat besar bagi partisipasi mahasiswa, hingga kadang kurikulum dan kelas mereka dapat ditentukan oleh ketertarikan para mahasiswa. Dengan sistem tersebut, Kimi belajar untuk beradaptasi dan sistem ini berhasil meningkatkan rasa penasaran dan semangat belajarnya. Dalam sarana dan prasarana, Kimi juga menyukai perpustakaan 24 jam yang banyak ada di Eropa, sehingga banyak mahasiswa yang belajar dan mengerjakan tugasnya di lingkungan yang kondusif dan nyaman.
Shanice Stacia, adalah awardee dari Ilmu Komunikasi 2020 yang pergi ke Humboldt Universität-Zu Berlin. Ekskursi dan aktivitas observasi keliling kampus menjadi hal yang paling ia sukai saat belajar disana. Saat sesi kelas, kadangkala mahasiswa diajak untuk jalan keluar untuk mewawancarai mahasiswa lain mengenai topik yang dipelajari. Di beberapa kelas juga sering pergi ke tempat publik, seperti museum dan exhibition sehingga dosen dapat menjelaskan langsung dan memberikan contoh hal yang dijelaskan. Sistem pembelajaran seperti ini bertujuan agar mahasiswa tidak jenuh duduk di kelas, dan dapat langsung mempraktekkan hal yang dipelajari agar semakin paham dan tidak mudah dilupakan.
Demikian adalah beberapa ide rekomendasi pengembangan yang didapatkan dari mahasiswa Ilmu Komunikasi dari IISMA 2023. Sarana dan sistem akademik yang disarankan berdasarkan pengalaman mereka berkuliah diluar negeri, yang apabila dapat diterapkan dan diadaptasikan ke kebiasaan mahasiswa Indonesia, maka akan menunjang kegiatan akademik dan meningkatkan kenyamanan bagi mahasiswa di dalamnya. (Ed)
