HomeApresiasiShanice Stacia, Peraih Penghargaan IISMA 2023 di Humboldt Universität-Zu

Shanice Stacia, Peraih Penghargaan IISMA 2023 di Humboldt Universität-Zu

Shanice Stacia atau kerap disapa Shan, merupakan mahasiswa angkatan tahun 2020 pada Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Tahun 2023 lalu, Shanice mengikuti program IISMA di Humboldt-Universität-Zu, Berlin. Shanice bercerita bahwa baginya IISMA adalah kesempatan besar untuk bertemu banyak orang, bertukar budaya, belajar dan berubah menjadi versi diri yang lebih baik. 

IISMA, Indonesian International Student Mobility Awards, merupakan bagian dari program Kampus Merdeka dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Pemerintah Indonesia memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan pertukaran pelajar di universitas luar negeri selama kurang lebih satu semester. Daftar universitas tujuan IISMA tersebar mulai dari benua Asia, Australia, Amerika, sampai Eropa. Shanice pun diterima di universitas pilihan keduanya, Humboldt-Universität zu Berlin.

Shanice pun memaparkan bahwa terdapat 3 alasan yang mendorongnya untuk memilih universitas ini. Pertama, karena courses-nya yang merupakan mayoritas seputar Liberal Arts sangat menarik dan jarang didapatkan di kelas universitas pada umumnya, seperti course tentang mengkurasi karya di exhibition, society Asian di Berlin, museum bersejarah, turisme digital, dan masih banyak lagi. Kedua, karena universitas ini berada di kota Berlin yang terkenal sebagai negara di Eropa yang memiliki sejarah dan budaya yang sangat kaya. Ketiga, karena persentase penerimaannya cukup besar apabila dibandingkan dengan pendaftarnya berdasarkan data tahun sebelumnya dan lagi karena program ini bersifat fully funded, sehingga Shanice tidak ingin melewatkan kesempatan yang mungkin tidak akan datang dua kali.

Sejak SMA, Shanice memiliki motivasi besar untuk belajar dan tinggal di luar negeri. Shanice sangat ingin memperluas wawasannya, tidak hanya secara akademik, tetapi juga secara sosial dan budaya. Ia juga merasa pengalaman studi di luar negeri dapat membawa banyak perubahan positif pada dirinya. Shanice ingin menjadi pribadi yang percaya diri, berani, dan mandiri.

Perjuangan Menuju IISMA

Sebenarnya, Shanice sudah ingin mendaftar IISMA sejak tahun 2022. Namun, waktu itu, Shanice dipercayakan untuk menjadi Wakil Ketua HIMA di jurusannya dan ia enggan meninggalkan tanggung jawab itu. Hal tersebut, membuat Shanice hanya memiliki satu kesempatan untuk mendaftar IISMA, yaitu di semester 6. Apabila ditolak, hilang sudah peluang Shanice untuk kuliah di luar negeri hingga ia lulus. Karena itu, Ia sungguh berusaha mempersiapkan semua berkas dan persyaratan yang diperlukan dengan maksimal. Ternyata, hal tersebut tidak mudah untuk dilakukan. Berkas yang disiapkan sangat banyak, dan waktunya sendiri beriringan dengan pengerjaan tugas-tugas kuliah juga organisasi lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Shanice selalu menetapkan skala prioritas dan membuat to-do list setiap harinya agar tugasnya tidak terbengkalai. Setelah diterima pun, perjuangan Shanice masih belum selesai. Shanice harus berkutat dengan proses pembuatan visa yang memakan waktu dan tenaga. Apalagi, visa Jerman prosesnya sulit dan banyak berkas yang harus dipersiapkan. Namun, karena di sini Ia tidak sendiri dan telah memiliki teman-teman sesama awardee. Shanice menjadi lebih semangat dan sabar dalam melewati prosesnya. IISMA merupakan program beasiswa biaya penuh (fully-funded), di dalamnya termasuk living allowance dan settlement allowance. Shanice tidak perlu mengeluarkan uang pribadi sepeserpun untuk kebutuhan hidup selama belajar di Berlin. Bahkan, tempat tinggal pun telah disediakan oleh Humboldt.

Kegiatan di Humboldt-Universität zu Berlin

Melalui IISMA, Shanice memiliki kesempatan belajar di salah satu universitas ternama di Jerman. Kelas-kelas yang diambil pun sangat menarik dan menambah wawasan di luar lingkup jurusannya. Contohnya, Shanice sekarang memahami cara mengkurasi suatu pameran seni, konsep provenance yang digunakan untuk menginvestigasi asal-usul objek di museum. Ia juga memiliki pengalaman mewawancarai seniman di Berlin sehingga menambah wawasan tentang konsep turisme yang beranekaragam. Selain itu, setiap hari Sabtu, host universitas mengadakan Excursion Day. Mereka diberi tur di berbagai tempat historis maupun kultural di Berlin dan sekitarnya. Bahkan, mereka dibawa pergi ke Potsdam, yaitu kota tetangga Berlin, melalui kereta dan diberikan tur di sana. Sebagai tugas dari IISMA, Shanice dan teman-temannya selaku awardees harus mengadakan acara Batik Day dan Heroes Day. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan budaya Indonesia ke warga lokal.

Kesan Memori Shanice

Pengalaman yang Shanice ukir di Berlin setiap harinya sangat berharga dan jauh berbeda dari bayangan hidup Shanice sebelumnya. Semua itu berkat adanya program IISMA.Sejak Shanice diterima menjadi awardee, Shanice dapat menambah banyak pengalaman baru yang tidak mungkin Ia pernah dapatkan di Indonesia. Mulai dari menjalin pertemanan dari beragam negara, mempelajari ilmu baru yang sulit untuk didapatkan di program studi tersebut, mengeksplor sejumlah negara dan budaya baru. Shanice juga melewati proses pendewasaan dimana harus mampu bertahan hidup di negara yang letaknya ratusan ribu kilometer dari rumah. Shanice juga berpesan, “Untuk kamu yang tertarik mengikuti IISMA, semangat terus. Jangan menyerah walaupun proses pendaftarannya akan memakan waktu, tenaga, dan pikiran yang besar. Ingat, semua perjuangan itu akan terbayarkan saat kamu sudah menginjakkan kaki di negara impianmu.”

Kontributor: Puspita Jasminesa – Prodi Hubungan Masyarakat Fikom Unpad

Share: