Setiap tanggal 1 Mei, kita merayakan Hari Buruh Internasional, sebuah momen penting untuk menghormati perjuangan dan kontribusi pekerja di seluruh dunia. Peringatan ini bermula dari gerakan buruh di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19, saat para pekerja industri mulai memperjuangkan hak-hak mereka, khususnya terkait jam dan beban kerja yang berlebih. Sebagai hasil dari pengaruh dan solidaritas yang tumbuh, banyak negara di seluruh dunia mulai mengakui Hari Buruh sebagai hari libur resmi. Menjadikannya sebagai simbol dari perjuangan dan pencapaian gerakan buruh, serta kesadaran akan pentingnya kondisi kerja yang adil dan manusiawi.
Di garis depan perubahan, mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki sejarah panjang dalam berpartisipasi aktif dalam gerakan buruh. Dari mengorganisir aksi solidaritas hingga terlibat dalam penelitian yang mendukung kebijakan pro-buruh, berkontribusi terhadap perbaikan kondisi kerja.
Seperti penggalan puisi berjudul Apa Guna, karya Wiji Thukul
Apa guna punya ilmu
kalau hanya untuk mengibuli
Apa guna banyak baca buku
kalau mulut kau bungkam melulu
Sebagai mahasiswa, penggalan puisi ini dapat kita refleksikan sebagai penggunaan ilmu yang kita peroleh dengan bijak dan etis serta tugas kita untuk selalu menyuarakan kebenaran dan keadilan. Di Hari Buruh Internasional ini, mari kita bersama-sama memaknai dan menghargai kontribusi pekerja serta peran strategis mahasiswa dalam mendorong reformasi tenaga kerja. Menggunakan berbagai sumber daya yang kita miliki sebagai mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran tentang isu pekerja, serta mendorong perubahan konkret dan berkelanjutan dalam masyarakat. Semangat kolektif ini penting untuk membangun masa depan kerja yang lebih adil dan berkelanjutan bagi semua. Selamat Hari Buruh Internasional 2024! (Ed)
