HomeHari BesarHari Pendidikan Nasional 2024: Menjadi Mahasiswa Perantau bagi Yesika Tarigan

Hari Pendidikan Nasional 2024: Menjadi Mahasiswa Perantau bagi Yesika Tarigan

Pada Kamis, 2 Mei 2024, Indonesia kembali merayakan Hari Pendidikan Nasional. Tidak hanya sebuah perayaan, tetapi juga momen ini menjadi refleksi atas pentingnya pendidikan dalam membentuk masa depan bangsa. Pendidikan menjadi pondasi yang kokoh untuk membangun generasi yang cerdas, kritis, dan inovatif, sebagai agen perubahan yang akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Pada Hari Pendidikan Nasional tahun ini, kami mewawancarai Yesika M. M. Tarigan, seorang mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi angkatan 2021 yang berasal dari Kota Sampit, Kalimantan Tengah. Kami berbincang-bincang terkait makna dan perjalanan pendidikan serta lika-liku Yesika menjadi mahasiswa perantau.

Bagi Yesika, pendidikan merupakan sebuah ‘treasure’, menjadi bekal dan harta berharga yang bisa digunakan dan bermanfaat di masa kini maupun nanti. Namun dalam perjalanan menuntut ilmu, tentunya banyak suka duka yang dilewati, terutama ketika menjadi mahasiswa perantau. Menurut Yesika tentunya menjadi mahasiswa perantau bukanlah hal yang mudah, dimana kita harus belajar sungguh-sungguh tetapi juga pasti merasakan kesulitan jauh dari keluarga. 

“Jadi perjalanannya pasti nggak mudah, karena ada proses pembentukan dan pendewasaan selama jadi mahasiswa perantau,” ujar Yesika.

Keberanian Yesika menempuh pendidikan jauh dari kampung halamannya lahir dari dorongan untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Semangat untuk terus menggali ilmu dan mendapatkan pengalaman baru sebanyak-banyaknya. Ia berkata bahwa rela pergi jauh dari rumah karena tahu bahwa ada berbagai peluang yang mungkin hanya bisa ia dapatkan ketika menjadi mahasiswa perantau. Hal ini juga yang melatarbelakangi keputusannya untuk memilih Universitas Padjadjaran sebagai tempatnya menimba ilmu.

Baginya salah satu tantangan terbesar ialah ketika merasa rindu pada rumah, hal yang dapat mempengaruhi emosionalnya. Selain itu tantangan yang harus ia hadapi adalah perbedaan budaya Jawa Barat dengan lingkungan asalnya di Kalimantan. Untuk mengatasi proses adaptasi dari perbedaan itu, Yesika selalu mencoba untuk benar-benar memahami tentang lingkungan sekitar.

Yesika juga berbagi pengalamannya mengalami culture shock saat pertama kali tiba di lingkungan belajar di Universitas Padjadjaran. Awalnya, Yesika merasa cukup dengan kemampuan yang dimilikinya, namun ia segera menyadari bahwa masih banyak yang harus dipelajari dan dihadapi. Namun demikian, ia memandang hal tersebut sebagai tantangan yang memotivasinya untuk terus maju.

“Aku merasa sudah paling keren, tapi ternyata banyak banget orang yang lebih keren. Jadi, banyak juga penyesuaian proses belajarnya dan juga pengetahuannya. Karena itu, aku jadi termotivasi untuk one step ahead, dari orang-orang yang aku jadiin role model dalam hal pendidikan.”

Yesika berpesan bagi teman-teman yang juga sedang berada di perantau untuk tetap semangat dan selalu mengingat keluarga di rumah. Yesika percaya dengan tekad yang kuat, usaha yang gigih, dan dekat dengan Tuhan,  pasti Tuhan akan memberi jalan untuk kita bisa sukses kedepannya.

“This is a long long journey for us but it’s gonna be worth it. Jadi semangat buat temen-temen perantau, kita harus tempuh ilmu setinggi-tingginya sebaik-baiknya untuk kita jadikan bekal nanti di masa yang akan mendatang.”

Semoga semangat dan ketekunan Yesika dalam mengejar pendidikan dapat menjadi inspirasi bagi kita semua. Selamat Hari Pendidikan Nasional tahun 2024, Yellow Fellow! Semangat selalu dalam menempuh pendidikan! (Ed)

Share: