HomeHari BesarMengenal Hepatitis: Saatnya Jaga Hati, Mulai dari Diri Sendiri

Mengenal Hepatitis: Saatnya Jaga Hati, Mulai dari Diri Sendiri

Setiap tanggal 28 Juli, dunia memperingati Hari Hepatitis Sedunia, sebuah momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit hepatitis. Penyakit ini merupakan peradangan pada hati yang disebabkan oleh berbagai faktor, terutama infeksi virus. Terdapat lima jenis virus hepatitis, yaitu A, B, C, D, dan E, di mana hepatitis B dan C merupakan jenis yang paling berbahaya karena berpotensi menjadi kronis dan menyebabkan kerusakan hati jangka panjang, seperti sirosis dan kanker hati.

Hepatitis sering kali disebut sebagai “silent killer” karena gejalanya tidak langsung terasa, dan banyak penderita baru menyadari keberadaan penyakit ini saat kondisinya sudah parah. Menurut Rayya, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2022, hepatitis merupakan salah satu penyakit radang hati. Penyebabnya beragam, mulai dari gaya hidup tidak sehat hingga infeksi virus. Gejala umumnya adalah perubahan warna kulit menjadi kuning, sehingga sering disebut sebagai penyakit kuning. Ia juga menekankan bahwa sebagaimana penyakit lainnya, hepatitis dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, kita perlu lebih peduli terhadap penyakit ini, terlebih sebagai mahasiswa dan anak muda yang kadang lupa bahwa penyakit bisa menyerang kapan saja.

Upaya pencegahan terhadap hepatitis sangat memungkinkan untuk dilakukan. Vaksinasi, menjaga kebersihan makanan dan minuman, menggunakan alat medis yang steril, serta menghindari berbagi jarum suntik atau alat cukur adalah langkah-langkah yang bisa mencegah penularan. Selain itu, edukasi dan deteksi dini sangat penting agar masyarakat tidak hanya memahami risikonya, tetapi juga mengetahui langkah apa yang harus diambil untuk melindungi diri dan orang lain.

Dalam konteks ini, mahasiswa, khususnya dari bidang Ilmu Komunikasi, memiliki peran yang tidak bisa diabaikan. Arifin, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2022, menyatakan bahwa mahasiswa dapat berkontribusi untuk mengkomunikasikan penyebab, bahaya, dan dampak dari penyakit hepatitis guna membantu menanggulangi jumlah penderitanya. Sebagai insan komunikasi, menurutnya, membuat konten edukatif baik dalam bentuk foto maupun video adalah langkah yang paling mungkin dilakukan. Selain itu, kampanye secara personal di lingkungan sekitar juga bisa menjadi cara yang efektif dan bermanfaat.

Rayya pun menambahkan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi telah dibekali dengan pengetahuan tentang komunikasi kesehatan yang dapat diaplikasikan secara nyata. Dengan menyesuaikan pesan dan jenis komunikasi yang tepat, mahasiswa bisa memberikan informasi dan meningkatkan kesadaran di tengah masyarakat. Hal ini bisa dilakukan melalui lingkungan terdekat, atau diperluas melalui media sosial dan kanal berita digital yang kerap dikunjungi oleh masyarakat umum.

Melalui peringatan Hari Hepatitis Sedunia ini, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran mengajak seluruh mahasiswa dan sivitas akademika untuk turut berperan aktif dalam menyuarakan pentingnya edukasi dan pencegahan hepatitis. Komunikasi yang tepat tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran dan kepedulian bersama. Jaga hati bukan hanya soal perasaan, tetapi juga soal kesehatan. Mari mulai dari diri sendiri, sebarkan informasi yang benar, dan jadilah bagian dari gerakan menuju Indonesia yang lebih sehat dan bebas hepatitis. [Ed]

Share: