Setiap tanggal 23 Juli, Indonesia merayakan sebuah momen untuk anak-anak yaitu,Hari Anak Nasional. Perayaan ini adalah sebuah pengingat, bahwa anak-anak merupakan permata bangsa yang harus dilindungi dan diberikan ruang untuk tumbuh secara optimal.
Di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, terdapat sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berhubungan dengan anak-anak, yaitu Kelompok Jatinangor 21 atau KJ21. KJ21 merupakan sebuah organisasi yang berfokus pada program sosial, terutama dalam ranah pendidikan anak-anak. Berbagai kegiatan telah dilakukan oleh UKM ini dengan melibatkan anak-anak di lingkungan Jatinangor dan sekitarnya.
Putu Silvia Sloka Sarasamuscaya atau yang biasa dipanggil Oca, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi yang merupakan salah satu pengurus UKM KJ21 menyebutkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi oleh anak-anak Indonesia adalah masalah pendidikan dan akses yang tidak merata, serta masalah ekonomi yang membuat anak-anak kesulitan untuk mendapat sekolah dan memilih untuk berhenti sekolah karena permasalahan ekonomi. Tidak sedikit pula anak-anak yang memilih bekerja karena harus meringankan beban orang tua, padahal hal tersebut bukan merupakan kewajiban yang harus mereka penuhi.
Setelah menjadi bagian dari KJ21, Oca mengerti bahwa saat ini anak-anak membutuhkan tempat untuk mendengar. Ia menyebutkan bahwa anak-anak akan mencari rasa nyaman dan aman sebelum dapat bercerita. Oleh karena itu, tugas dari KJ21 adalah untuk menjadi tempat dan lingkungan yang suportif bagi mereka. KJ21 selalu memberikan kesempatan dan ruang untuk berbicara tanpa terkecuali mengenai keadaan yang sedang mereka rasakan.
“Sejauh ini melalui program kerja KJ21 dan pendekatan ke masing-masing anak. Pemilihan kakak asuh memiliki proses yang panjang dan perlu pertimbangan yang besar, sehingga setiap kakak asuh sudah memiliki strategi dan caranya masing-masing dalam mendekatkan diri dengan adik asuh yang karakternya beragam. Strategi kakak asuh ini diimplementasikan dalam proker kami yang dirancang dengan tujuan belajar sekaligus memberikan ruang kepada mereka untuk menyampaikan cita-citanya. Setiap program kerja kami pasti ada sesi untuk mengobrol dan saling bercerita, sesi itu bisa menjadi wadah bagi kakak asuh dan adik asuh saling bertukar cerita, terutama wadah bagi kami untuk mengetahui suka duka mereka. Tak hanya itu, kami juga punya program kerja Kunjungan Cinta (menjenguk adik asuh dan keluarga di rumah) untuk mendekatkan diri dan meyakinkan orang tua bahwa KJ21 memiliki visi misi yang baik untuk anak-anak tersebut.” Ujar Oca ketika ditanya mengenai bagaimana cara yang dilakukan UKM KJ21 untuk dapat memastikan bahwa suara anak-anak akan lebih didengar.
Pada akhirnya perayaan Hari Anak Nasional menyadarkan kita bahwa masih banyak hal-hal yang perlu dilakukan untuk dapat memastikan para penerus bangsa mendapatkan hak-haknya untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi dengan layak dan optimal.
Selamat Hari Anak Nasional 2025 ! [Ed]
