Hai Ilkomers! Pernah kebayang nggak, sih, gimana rasanya jadi mahasiswa sekaligus atlet nasional? Apalagi kalau atlet tersebut dipercaya untuk mewakili Indonesia di ajang olahraga internasional. Ternyata, hal ini benar-benar dialami oleh salah satu mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Sosok tersebut adalah Bianca Naomi Amina Laksono, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023, yang mewakili Indonesia pada cabang olahraga golf di SEA Games 2025. Penasaran dengan ceritanya? Yuk, simak kisah inspiratifnya!
Bianca Naomi Amina Laksono, yang akrab dipanggil Bianca, merupakan salah satu anggota regu putri tim nasional golf Indonesia bersama dua atlet lainnya. Berkat kerja keras dan kekompakan tim, mereka berhasil meraih medali perunggu (bronze) beregu putri pada cabang olahraga golf di SEA Games 2025. Bianca mengungkapkan bahwa dirinya ditunjuk langsung oleh Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) untuk memperkuat tim nasional. Bagi Bianca, kesempatan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga sekaligus menjadi langkah penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet golf.
Namun, perjalanan menuju SEA Games 2025 tentu bukanlah hal yang mudah. Bianca bercerita bahwa proses persiapannya tergolong berat dan menantang. Ia harus mengikuti beberapa turnamen internasional sebagai ajang evaluasi kemampuan sekaligus adaptasi terhadap standar kompetisi global. Selain itu, Bianca juga menjalanitraining camp intensif selama dua minggu bersama tim nasional. Tak hanya menguras fisik dan mental, proses ini juga menuntut pengorbanan besar dalam hal akademik. Bahkan, Bianca harus mengorbankan waktu perkuliahan selama dua bulan demi fokus pada persiapan dan pertandingan.
Meraih medali di ajang bergengsi tentu menjadi kebanggaan tersendiri, tetapi Bianca mengaku bahwa tantangan terbesar justru datang dari tekanan mental. Ia merasa beban yang dibawanya jauh lebih besar karena tidak lagi bertanding atas nama pribadi, melainkan membawa nama Indonesia. Selain itu, field kompetisi di SEA Games 2025 tergolong sangat tinggi, karena diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari berbagai negara Asia Tenggara dengan pengalaman dan jam terbang internasional yang mumpuni. Ia juga menambahkan bahwa layout lapangan yang digunakan tergolong tough, dengan desain yang menuntut akurasi pukulan, strategi permainan yang matang, serta konsistensi tinggi di setiap hole. Kondisi ini membuat setiap kesalahan kecil dapat berdampak besar pada perolehan poin.
Meski demikian, Bianca tetap bersyukur atas pencapaian yang ia dan timnya raih. Salah satu momen paling berkesan baginya adalah detik-detik krusial saat mempertahankan posisi ketiga, ketika selisih poin dengan peringkat keempat hanya terpaut satu angka. Pada momen tersebut, Bianca dan tim merasakan campuran emosi antara tegang, haru, dan lega hingga akhirnya mereka berhasil mengamankan posisi dan naik podium membawa pulang medali perunggu untuk Indonesia.
Lebih dari sekadar prestasi olahraga, kisah Bianca juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya TPB 3, Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta TPB 4, Pendidikan Berkualitas. Perannya sebagai mahasiswa sekaligus atlet nasional menunjukkan bahwa menjaga kesehatan fisik dan mental dapat berjalan beriringan dengan komitmen terhadap pendidikan. Dedikasi Bianca dalam menyeimbangkan dunia akademik dan olahraga mencerminkan pentingnya dukungan terhadap generasi muda agar mampu berkembang, berprestasi, dan berkontribusi secara berkelanjutan.
Bincang Prestasi Komunikasi Vol #9
