HomeUncategorizedMemperjuangkan Hak Pendidikan untuk Hari Anak Sedunia

Memperjuangkan Hak Pendidikan untuk Hari Anak Sedunia

Setiap tanggal 20 November, kita memperingati Hari Anak Sedunia. Awalnya, peringatan ini bernama Hari Anak Universal. Kemudian, pada peringatan tahun 1959 dan 1989, Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi Hak-Hak Anak dan Konvensi Hak Anak. Maka, sejak 1990, nama peringatan tersebut diubah menjadi Hari Anak Sedunia dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai hak yang dimiliki anak-anak, khususnya memperingati Deklarasi Hak-Hak Anak dan Konvensi Hak Anak. Pendidikan menjadi salah satu penerapan hak anak menurut Deklarasi Hak-Hak Anak yaitu “Anak harus diberikan sarana yang diperlukan untuk perkembangan normalnya.”

Elio Abdala Ikhsan, mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) angkatan 2024, memberikan opininya mengenai hak pendidikan untuk anak di masa sekarang, terutama di Indonesia. Menurut Elio, hak pendidikan tersebut masih belum terbagi rata karena dia masih sering melihat anak-anak di lingkungannya yang belum memiliki akses terhadap pendidikan. Dia merasa bahwa mahasiswa memiliki kekuatan untuk memperjuangkan hak tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat umum dan pihak-pihak berwenang mengenai isu tersebut.

Aurelia Anaqi, mahasiswi International Undergraduate Program (IUP) Angkatan 2024, juga turut memberikan pendapatnya. Aurel merasa bahwa hak atas pendidikan yang layak masih belum merata hingga saat ini, masih banyak anak-anak yang terpaksa mengorbankan pendidikan mereka karena berbagai alasan, seperti kesulitan ekonomi atau keterbatasan akses. Padahal, pendidikan memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk pola pikir dan kemampuan anak di masa depan. Ia mengatakan bahwa kita dapat berkontribusi untuk memperjuangkan hak pendidikan dengan mengikuti program sukarelawan yang berfokus pada pendidikan anak, misalnya berperan sebagai guru atau mentor untuk mengedukasi anak-anak yang terkendala untuk sekolah.

Pada Hari Anak Sedunia ini, Elio berharap agar permasalahan mengenai hak anak, terutama hak pendidikan, dapat menjadi sesuatu yang sering dibicarakan secara umum. Sementara itu, Aurel berharap kita dapat memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada anak-anak bangsa, khususnya bagi mereka yang belum memiliki pendidikan yang layak dengan menciptakan kesempatan untuk mereka dan berkontribusi dalam memperjuangkan hak-hak mereka.

Semoga peringatan ini dapat menjadi pengingat bagi kita akan pentingnya pendidikan untuk keberlanjutan kehidupan anak di masa depan dan dapat berkontribusi untuk mereka agar dapat mengakses pendidikan yang berkualitas. Selamat Hari Anak Sedunia! (Ed)

Share: