Peringatan Hari Televisi Sedunia pertama kali diperingati pada tanggal 21 November 1996 oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Penetapan peringatan ini dilakukan untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap konflik atau isu yang terjadi di suatu negara dan untuk meningkatkan kerja sama internasional. Hingga saat ini, televisi terus mengalami perkembangan dan masih menjadi alat komunikasi yang sangat berpengaruh bagi masyarakat.
Ersa Nabila, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2022, menyuarakan opininya mengenai relevansi televisi di era sekarang. Menurut Ersa, televisi masih relevan walaupun segmentasi penontonnya mulai terbatas. Artinya, saat ini televisi cenderung lebih diminati oleh kelompok-kelompok tertentu saja, seperti orang tua, orang lanjut usia, ibu rumah tangga, dan mereka yang kurang familiar dengan media sosial. Menurutnya, generasi muda seperti dia sekarang mulai beralih ke media sosial sebagai sumber informasi utama karena informasi di media sosial kurang lebih sama dengan yang di televisi. Dia juga menambahkan bahwa pengetahuan yang dia dapatkan dari mata kuliah Kajian Media Kritis sangat penting ketika menonton televisi. Dengan memahami konsep ini, kita dapat menganalisis dan mengevaluasi konten yang disajikan di televisi secara lebih kritis. Hal ini membantu kita mengenali bias, propaganda, dan tujuan di balik program-program yang ditayangkan. Selain itu, Kajian Media Kritis juga mengajarkan kita untuk tidak hanya menerima informasi secara mentah, tetapi juga mempertanyakan sumbernya dan dampaknya pada masyarakat. Dengan demikian, kita bisa menjadi penonton yang lebih bijak dan sadar akan pengaruh media dalam kehidupan sehari-hari.
Jesselyn Manuela, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023, juga memberikan komentar yang serupa. Menurutnya, televisi masih relevan tetapi bukan hanya di kalangan tertentu saja. Hal ini disebabkan perkembangan televisi yang masih terus berlanjut dan mengikuti tren terkini sehingga tetap bisa dinikmati penonton dari berbagai kalangan. Dia juga berpendapat bahwa pengetahuan dari mata kuliah Literasi Media sangat penting dalam menerima informasi dari televisi. Jika kita tidak memiliki literasi media, kita tidak akan bisa menyaring informasi yang kita terima dari televisi. Padahal, belum tentu semua informasi yang ada di televisi itu benar, akurat, atau faktual.
Televisi tidak hanya berperan sebagai media hiburan, tetapi juga dapat digunakan sebagai media edukasi dan informasi untuk masyarakat. Meskipun demikian, tidak semua informasi yang ada di televisi dapat kita terima begitu saja. Misinformasi atau penayangan konten yang tidak baik bisa saja muncul pada saluran televisi yang kemudian memberikan banyak dampak negatif kepada masyarakat. Maka, dalam rangka memperingati Hari Televisi Sedunia, mari kita menjadi lebih bijak dan kritis dalam mengonsumsi informasi di televisi maupun media lainnya. Selamat Hari Televisi Sedunia! (Ed)
