HomeApresiasiKetika Rasa Penasaran Jadi Karya Publikasi Jurnal

Ketika Rasa Penasaran Jadi Karya Publikasi Jurnal

Halo, Ilkomers! Pernah sadar nggak kalau belakangan ini iklan rokok elektronik semakin sering bermunculan di berbagai media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube? Iklan-iklan tersebut kerap kali dikemas layaknya bagian dari gaya hidup modern. Meskipun sebenarnya produk tersebut dapat membahayakan kesehatan penggunanya, faktanya masih banyak mahasiswa yang tetap mengonsumsi produk rokok elektronik. Fenomena ini lantas menarik perhatian salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023, Kinara Khanza Nayla, yang meneliti topik tersebut melalui artikel jurnal yang ia tulis.

Kinara merupakan mahasiswi asal Depok yang kini tengah menempuh studi di semester lima di Universitas Padjadjaran. Saat ini, ia sedang mengikuti program magang di Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (PPKK) Unpad sebagai Manager of Graphic Design. Dalam kegiatan magangnya, ia berperan dalam menyusun visual guidelines serta merancang berbagai template untuk kebutuhan konten media sosial @karier_unpad.

Baru-baru ini, Kinara mempublikasikan karya ilmiahnya yang berjudul “Like, Share, Smoke: Pengaruh Paparan Iklan Rokok Elektronik terhadap Niat Penggunaan Rokok Mahasiswa Indonesia.” Artikel yang diunggah pada jurnal SINTA 3 tersebut awalnya ia tulis sebagai tugas akhir untuk mata kuliah Metode Survei pada semester tiga. Ide penelitian ini berangkat dari pengamatannya terhadap maraknya promosi rokok elektronik di ruang publik dan media digital. “Awalnya aku lihat di mall makin banyak stan rokok elektronik, lalu di Instagram dan TikTok juga iklannya makin sering muncul,” ungkapnya. Dari pengamatannya itu, Kinara juga menemukan adanya perbedaan menarik antara strategi pemasaran rokok konvensional dan rokok elektronik. Ia menilai bahwa rokok konvensional cenderung tidak menampilkan iklan secara eksplisit akibat adanya regulasi yang ketat. Sementara itu, rokok elektronik justru memanfaatkan celah di ruang digital dengan pendekatan yang lebih halus. Iklan rokok elektronik sering kali menonjolkan gaya hidup, tren, dan visual yang estetis untuk menarik perhatian generasi muda. Perbedaan inilah yang semakin mendorong Kinara untuk meneliti dampak paparan iklan tersebut terhadap perilaku dan niat penggunaan di kalangan mahasiswa.

Dalam proses penyusunan artikelnya, Kinara mengungkapkan bahwa ia sempat menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu tantangan utama muncul saat menyusun literature review. Pada tahap tersebut, Kinara sempat merasa kebingungan dalam menentukan cara yang tepat untuk merancang bagian tinjauan pustaka secara sistematis dan sesuai kaidah akademik. Namun, setelah melalui beberapa kali sesi konsultasi dengan dosen, ia akhirnya berhasil menyelesaikan bagian tersebut dengan lebih terarah. Selain itu, tantangan lain juga datang dari proses pengumpulan data. Untuk memperoleh hasil penelitian yang valid dan signifikan, Kinara harus mengumpulkan ratusan responden. Oleh karena itu, proses pengumpulan data memerlukan waktu, usaha, dan strategi yang cukup besar. 

Untuk para mahasiswa yang sedang berjuang menulis jurnal, khususnya angkatan 2024, Kinara turut memberikan pesan. Ia mengingatkan agar tidak mudah menyerah meskipun prosesnya terasa rumit dan melelahkan. Menurutnya, ketika tahap pengolahan data telah selesai dan hasil penelitian mulai terlihat, akan muncul rasa bangga tersendiri karena berhasil melewati proses tersebut. “Tetap semangat, karena pada akhirnya kalian akan sadar bahwa usaha kalian benar-benar sepadan,” ujarnya dengan penuh motivasi.Penelitian Kinara juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ke-3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, yang berfokus pada peningkatan kesadaran kesehatan serta pengurangan dampak negatif dari produk berisiko seperti rokok elektronik. Melalui karyanya, Kinara tidak hanya meneliti fenomena komunikasi modern, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong masyarakat untuk lebih kritis terhadap strategi pemasaran dan lebih peduli terhadap kesehatan melalui komunikasi yang etis dan bertanggung jawab.

BISIK Vol #5

Share: