Judul: Hari Remaja Internasional 2024, Momentum Raih Cita bagi Malik & Anindya di Usia Remaja
Setiap tahun, tanggal 12 Agustus diperingati sebagai Hari Remaja Internasional, sebuah momen penting yang dirancang untuk merayakan dan mengakui peran penting yang dimainkan oleh kaum muda dalam masyarakat global.
Hari Remaja Internasional pertama kali diperingati pada tahun 2010, berkat inisiatif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu yang dihadapi remaja di seluruh dunia, serta untuk merayakan potensi besar yang dimiliki oleh para remaja untuk berkontribusi pada pembangunan sosial, ekonomi, dan politik. Peringatan hari ini juga bertujuan untuk mempromosikan hak-hak remaja dan mendorong partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi masa depan mereka.
Berkaitan dengan Hari Remaja Internasional, dua orang mahasiswa Ilmu Komunikasi IUP angkatan 2024 membagikan kisah dan pengalaman usia remaja mereka dan kisah inspiratif yang mereka lalui.
Mari berkenalan dengan Muhammad Malik Hafizh, atau yang kerap disapa Malik, mahasiswa IUP Ilmu Komunikasi angkatan tahun 2024. Malik membagikan kisah dan pengalaman remaja yang selalu dikenang. Pengalaman perjuangan masuk ke perguruan tinggi negeri merupakan yang paling memorable baginya. Lewat perjuangan ini ia belajar esensi dan berjuang dalam masa remaja yang ia miliki. Setiap perjuangan yang ia tempeh membuahkan hasil ketika saat ini ia berhasil menjadi mahasiswa IUP Ilmu Komunikasi angkatan 2024. Ia berpesan semoga lahirnya IUP Ilkom dapat mewarnai dan meningkatkan reputasi Universitas Padjadjaran menjadi lebih baik.
Malik mengungkapkan harapannya pada Hari Remaja Internasional ini. Ia berharap, remaja di seluruh dunia dapat menikmati kehidupan remajanya dengan sebaik mungkin, karena tiada yang paling indah selain menghabiskan masa remaja dengan berbagai rasa baik suka, maupun duka. Menurutnya masa remaja membuatnya menjumpai dan menghargai waktu bersama orang-orang terdekat yang menjadi bagian penting dalam perjalanan usia remajanya.
Selain kisah Malik, Anindya Jasmine juga turut membagikan kisah remajanya. Baginya usia remaja memberinya waktu untuk mengukir banyak momen memorable ketika mengikuti berbagai macam perlombaan di bangku SMA yang lalu. Perjalanan pengalaman lomba yang diikutinya tidak selalu mulus, pastinya terdapat berbagai kegagalan yang ditemui dalam prosesnya. Namun baginya, pengalaman seperti itulah yang memotivasinya untuk terus mengembangkan kompetensi diri dengan mengikuti perlombaan lainnya. Teman-teman yang suportif juga menjadi perlu untuk mengisi masa-masa remaja yang penuh dengan aktivitas beragam hingga mendorongnya untuk keluar dari zona nyaman.
Menjadi bagian dari angkatan pertama Ilmu Komunikasi IUP Unpad juga menjadi suatu kehormatan baginya. Tentunya pencapaian ini merupakan salah satu hasil gigih dari perjuangannya semasa remaja. Ia bersyukur atas kesempatan ini dan berkeinginan untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi secara maksimal bagi program studi Ilmu Komunikasi IUP Unpad.
Anindya juga berharap Hari Remaja Internasional ini dapat dijadikan untuk memberikan generasi emas kesetaraan akses dan kesempatan terhadap pendidikan, teknologi, dan peluang kerja. Tak hanya itu, remaja juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang akan mempengaruhi hidup dan lingkungan. Pentingnya perayaan Hari Remaja Internasional ini untuk merayakan pencapaian dan kontribusi remaja terhadap masyarakat.
Hari remaja internasional adalah waktu untuk kita melakukan refleksi dan tindakan. Perlunya penghargaan atas potensi luar biasa yang dimiliki oleh remaja dan mengidentifikasi serta tantangan yang mereka hadapi. Kisah Malik dan Anindya kiranya menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus menghargai setiap momen terutama momen remaja di usia muda yang dapat menjadi titik balik kita untuk berkarya dan meraih setiap cita. (Ed)
