HomeHari BesarHari Mendongeng Sedunia: Membaca, Memahami, dan Bermain untuk Menciptakan Cerita yang Lebih Menarik

Hari Mendongeng Sedunia: Membaca, Memahami, dan Bermain untuk Menciptakan Cerita yang Lebih Menarik

Manusia berkomunikasi setiap hari dalam aktivitas keseharian mereka. Salah satu cara dalam menyampaikan pesan komunikasi adalah melalui cerita. Baik dalam sebuah pertunjukan teater yang penting maupun sekadar bercerita kepada teman, keterampilan mendongeng yang baik akan membuat sebuah cerita jauh lebih menarik bagi pendengarnya. Keterampilan ini menjadi begitu penting hingga dunia memperingati Hari Mendongeng Sedunia setiap tahunnya. Hari ini, 20 Maret, diperingati sebagai Hari Mendongeng Sedunia.

Beragam jenis pendengar membutuhkan pendekatan yang berbeda agar dapat memahami sebuah cerita. Kita, sebagai komunikator, perlu memahami siapa audiens kita agar cerita dapat tersampaikan dengan baik. Salah satu contoh pendekatan tersebut datang dari Kelompok Jatinangor 21 (KJ21), sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran yang berfokus pada pembentukan kelompok bermain yang aman bagi anak-anak. Fifi Alexandra Renata, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2023 yang juga menjabat sebagai Kepala Divisi Pembinaan di KJ21, membagikan pandangannya tentang keterampilan mendongeng untuk anak-anak.

Fokus utama KJ21 adalah melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan dukungan moral dan materiil bagi “adik asuh” agar mereka dapat menyelesaikan wajib belajar 9 tahun. Keterampilan mendongeng sangat sering digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar. Namun, terkadang Fifi menghadapi tantangan dalam hal apakah anak-anak memahami apa yang ingin ia sampaikan atau tidak. Fifi kemudian menemukan jawabannya melalui sebuah lokakarya tentang membaca bersama dan cara membuat kegiatan literasi menjadi menyenangkan bagi anak-anak. Menurutnya, kita sebagai pendongeng harus hadir sepenuhnya dalam kegiatan membaca dan bermain bersama anak, agar pesan yang ingin disampaikan dapat benar-benar dipahami. Setelah pesan tersebut tersampaikan dengan baik, kita dapat menciptakan karya dari hasil bacaan bersama, sehingga aktivitas mendongeng menjadi lebih interaktif.

Berdasarkan pengalamannya, Fifi memahami bahwa mendongeng untuk anak-anak memerlukan kepekaan, usaha lebih, dan inisiatif yang tinggi. Dalam berinteraksi dengan anak-anak, Fifi menjadi lebih peka untuk mengeksplorasi berbagai cara mendongeng. Mulai dari menggunakan buku sebagai media hingga membagikan pengalaman pribadinya, semua bisa menjadi cara yang efektif untuk berdiskusi dan menciptakan kegiatan mendongeng yang bermakna bersama anak-anak. Fifi pun menyadari bahwa menjadi seorang “kakak asuh” di KJ21 bukan hanya sekadar menjadi kakak, tetapi juga menjadi pendongeng yang baik bagi anak-anak.

Mendongeng bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi pendongeng maupun pendengarnya. Sebagai pendongeng, kita harus hadir dalam percakapan dan menciptakan suasana yang interaktif. Selamat Hari Mendongeng Sedunia untuk semua pendongeng hebat di luar sana! (Ed)

Share: