HomeHari BesarHari Lupus Sedunia 2025: Mengomunikasikan yang Tak Terlihat, Menguatkan yang Sering Terlupakan

Hari Lupus Sedunia 2025: Mengomunikasikan yang Tak Terlihat, Menguatkan yang Sering Terlupakan

Hari Lupus Sedunia diperingati setiap 10 Mei sebagai pengingat bahwa ada jutaan orang di dunia yang hidup berdampingan dengan penyakit autoimun yang tidak terlihat secara kasat mata, Lupus. Penyakit ini sering datang tanpa gejala yang jelas, namun berdampak besar pada tubuh, mental, dan kehidupan sosial penderitanya.

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, peringatan ini mengingatkan bahwa komunikasi punya kekuatan besar dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap isu kesehatan yang belum banyak dipahami. Lupus, yang kerap disebut penyakit seribu wajah, sering menimbulkan kesalahpahaman karena gejalanya yang beragam dan tidak selalu terlihat. Maka, disinilah pentingnya kehadiran komunikator-komunikator muda yang peka, kritis, dan peduli.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unpad bisa mengambil peran melalui berbagai artikel dan media, mengangkat kisah penyintas, membuat konten edukatif di media sosial, atau merancang kampanye empati. Dalam proses ini, kepekaan terhadap pesan dan cara penyampaiannya menjadi kunci, karena berbicara tentang lupus berarti juga berbicara tentang ketahanan, kesetaraan, dan hak untuk dipahami.

Momentum Hari Lupus Sedunia adalah saat yang tepat untuk merefleksikan bahwa ilmu yang kita pelajari bukan hanya untuk panggung dan publikasi, tetapi juga untuk solidaritas. Mahasiswa dapat menjadi jembatan antara dunia medis dan masyarakat, menyederhanakan yang kompleks, dan memperlihatkan yang tersembunyi.

Sebagai simbol perjuangan penyintas, warna ungu menjadi warna kesadaran lupus. Ungu melambangkan keberanian, ketekunan, dan harapan nilai-nilai yang mencerminkan semangat mereka menghadapi tantangan yang tak terlihat. Warna ini mengingatkan kita untuk terus menyuarakan kepedulian, tidak hanya di Hari Lupus Sedunia, tetapi juga setiap hari.

Melalui komunikasi, kita tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga membangun empati. Mari jadikan Hari Lupus Sedunia sebagai ruang untuk menyuarakan yang belum terdengar, mengangkat yang terpinggirkan, dan memperlihatkan bahwa setiap cerita layak diperjuangkan. [Ed]

Share: