Setiap tanggal 17 Oktober, Indonesia memperingati Hari Kebudayaan Nasional. Peringatan ini mengingatkan kita bahwa budaya adalah akar dari identitas bangsa dan sumber nilai yang membentuk cara kita berpikir, bersikap, dan berinteraksi. Budaya sendiri memiliki berbagai macam bentuk, seperti rumah adat, pakaian adat, alat musik tradisional, dan masih banyak lagi. Selain dalam bentuk fisik, wujud budaya juga tampak dalam bagaimana cara manusia berkomunikasi. Dalam kajian Ilmu Komunikasi, budaya dan komunikasi memiliki hubungan yang erat. Manusia juga menggunakan komunikasi untuk menyebarkan dan mempertahankan kebudayaan itu sendiri.
Salah satu bentuk komunikasi sebagai kebudayaan yang masih dikenal hingga kini diwujudkan dalam bentuk cerita rakyat. Kisah seperti Malin Kundang, Timun Mas, serta Bawang Merah & Bawang Putih menyampaikan pesan moral dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Umumnya, cerita rakyat berfungsi sebagai perumpamaan yang digunakan untuk menanamkan ajaran kebaikan kepada anak-anak.
Lebih dari itu, cerita rakyat juga menjadi sarana komunikasi sosial yang membentuk identitas bersama. Tokoh, alur, dan nilai yang disampaikan dalam cerita rakyat, mengajak masyarakat belajar tentang kebaikan, kejujuran, kerja keras, dan hubungan manusia dengan alam. Berbagai daerah di Indonesia mewariskan cerita rakyat secara turun-temurun, sekaligus membangun jembatan komunikasi antara generasi terdahulu dan generasi muda.
Namun, seiring perkembangan teknologi, bentuk komunikasi budaya juga ikut berubah. Nilai dan pesan yang dahulu disampaikan melalui cerita rakyat kini hadir dalam berbagai bentuk konten digital. Masyarakat mengekspresikan budaya melalui media sosial, video pendek, dan karya visual. Meskipun bentuknya berubah, tujuan komunikasi budaya tetap sama, yaitu menjaga nilai dan identitas agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Upaya menjaga komunikasi budaya sendiri sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ke-4 terkait Pendidikan Berkualitas dan poin ke-11 terkait Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan. Komunikasi yang menghargai budaya membantu masyarakat memperkuat rasa memiliki, menjaga keberagaman, dan mempertahankan warisan sosial di tengah modernisasi. Mari kita jaga cara kita berkomunikasi sebagai wujud cinta dan tanggung jawab terhadap budaya Indonesia!
