
Departemen Seni dan Olahraga Hima Ilkom Kabinet Nadi Karya 2026 menggelar program baru bernama “Ini Bukan Konser”. Mereka menghadirkan acara tersebut pada 22 Mei 2026 di kampus Universitas Padjadjaran. Program ini mewadahi penampilan karya sekaligus menjadi gelanggang unjuk irama mahasiswa. Namun, hujan deras yang melanda Plaza Fakultas Ilmu Komunikasi membuat pelaksanaan acara ini gagal total. Selaku Staf Acara, Jason Marcellius, dan penampil, Theo Hazel, menyesali cuaca buruk tersebut. Mereka mengakui bahwa guyuran hujan menghancurkan seluruh rencana terbaik panitia.
Awalnya, Jason menyambut gembira kehadiran gelanggang aktivitas pertunjukan mahasiswa ini. Mahasiswa dapat mengekspresikan karya seni serta musik mereka secara bebas. Jason juga merasa senang karena mempercayai temannya sebagai pemimpin proyek. Meskipun demikian, program baru Hima Ilkom ini menyisakan kendala bagi Jason. Ia harus menyusun sheets darundown untuk pertama kalinya. Tugas-tugas di luar divisi acara pun terpaksa dilakukan oleh Jason selama persiapan Sementara itu, Theo Hazel selaku drummer Renjana membagikan kisah bandnya. Renjana belum pernah mendapatkan kesempatan tampil di lingkungan kampus Unpad. Oleh karena itu, mereka memanfaatkan acara ini untuk unjuk gigi. Latihan rutin setiap minggu menumbuhkan rasa percaya diri seluruh personel. Theo merasa sangat siap mengguncang panggung Ini Bukan Konser 2026.
Sayangnya, ia menilai panitia IBUK membangun komunikasi yang kurang baik. Kesalahpahaman antar panitia sebelum hari-H memicu kendala komunikasi tersebut. Menjelang acara, langit mendung mengkhawatirkan panitia serta para penampil. Hujan deras Plaza Fikom langsung memusnahkan energi dan motivasi mereka. Jason dan Theo mengungkapkan kekecewaan mendalam atas musibah cuaca itu. Kegagalan ini dijadikan pembelajaran berharga dalam mencanangkan gelanggang seni masa depan. Mereka berkomitmen menyiapkan rencana cadangan pada kegiatan berikutnya.
Kini, seluruh panitia mengevaluasi total manajemen risiko pasca-acara. Pengalaman berharga ini mendewasakan mentalitas kerja organisasi mereka.

Penulis: Lintang Drestanta
