HomeApresiasiTernyata Content Creator Bisa Publikasi!

Ternyata Content Creator Bisa Publikasi!

Menjadi seorang mahasiswa bukan berarti hanya duduk di kelas, mencatat materi, lalu pulang begitu saja. Hal ini dibuktikan oleh Ni Ketut Rahma Pratiwi Santi, atau yang akrab disapa Amay. Mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2023 asal Bali ini memiliki segudang aktivitas di luar perkuliahan, mulai dari magang, aktif berorganisasi, hingga berkarya di dunia konten kreator.

Dalam kegiatan magangnya, Amay bekerja sebagai copywriter di PT Bersama Zatta Jaya. Ia bertanggung jawab menulis iklan, membuat caption untuk Instagram dan TikTok, serta menyiapkan konten di berbagai platform, termasuk marketplace seperti Shopee. Tidak hanya itu, Amay juga aktif dalam organisasi kampus. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Hima Ilkom Unpad. Kesibukan ini menuntut Amay untuk mampu membagi waktu antara perkuliahan, magang, organisasi, serta aktivitas pribadinya. 

Namun, kesibukan tersebut tidak menghalangi Amay untuk berkarya di bidang akademik. Belum lama ini, ia berhasil menerbitkan artikel ilmiah pertamanya berjudul “Analisis Functional Theory dan Personal Qualities dalam Debat Pilkada Kalimantan Selatan”.  Artikel ini dipublikasikan pada Jurnal Politik Profetik. Awalnya, penulisan artikel ini merupakan bagian dari penugasan mata kuliah. Namun, setelah menjalani proses penelitian, Amay justru semakin termotivasi untuk menggali lebih dalam mengenai dinamika komunikasi politik. Ia kemudian memilih untuk meneliti variabel Functional Theory dan Personal Qualities yang dianalisis dari masing-masing kandidat dalam debat Pilkada Kalimantan Selatan.

Amay berbagi cerita mengenai proses panjang yang ia jalani untuk menyelesaikan artikel tersebut. Mulai dari penyusunan literature review, pembuatan transkrip dari dua video debat pilkada, hingga tahap analisis dan penulisan artikel jurnal. Dalam proses pengerjaannya, Amay menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah ketika mengerjakan literature review serta melakukan analisis transkrip debat. Proses ini menurutnya menuntut ketelitian yang tinggi agar hasil analisis sesuai dengan data yang diperoleh. Tantangan lain muncul pada tahap revisi artikel. Hanya dalam waktu 10 hari, ditambah dengan kesibukan magangnya, Amay harus mampu membagi waktu antara tanggung jawab akademis dan profesional.

Lalu, Amay memberikan pesan penting kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi yang sedang berproses dalam penulisan artikel jurnal. “Jangan pernah memanipulasi data”, ujarnya. Ia menegaskan bahwa data merupakan inti dari sebuah penelitian. Ketidakjujuran dalam pengolahan data hanya akan menimbulkan masalah besar di kemudian hari, mengingat data tersebut harus dipertanggungjawabkan. Amay mendorong pula mahasiswa lain untuk mengerjakan penelitian dengan jujur, teliti, dan penuh semangat. Baginya, semangat inilah yang akan membawa mahasiswa tidak hanya berhasil menyelesaikan kewajiban akademis, tetapi juga menghasilkan karya yang bermanfaat bagi dunia ilmiah. Prestasi Amay tersebut selaras pula dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Keterlibatannya dalam organisasi, magang, serta penulisan artikel ilmiah menunjukkan kontribusi nyata terhadap tujuan TPB/SDGs, khususnya pada poin 4: Pendidikan Berkualitas. Berbekal dengan ilmu komunikasi yang ia pelajari, Amay turut mendorong terciptanya pengetahuan baru melalui penelitian, sekaligus mengasah keterampilan profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Bincang Prestasi Komunikasi Vol #3

Share: