Pada semester ganjil 2024/2025, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran melaksanakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan berbagai tema yang bertujuan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Beberapa mahasiswa memilih topik yang berfokus pada kampanye kesehatan, pengembangan pariwisata, hingga pencegahan penyakit. Salah satunya adalah Rifa Alifa Arumdapta yang ditempatkan di Desa Bojong Loa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Ia menjalankan program pemutusan rantai stunting melalui kampanye media sosial bertajuk “Gerakan Cegah Stunting.” Rifa mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting dengan konten kreatif di media sosial. Meskipun baru minggu kedua KKN, Rifa juga mengunjungi Posyandu untuk memantau perkembangan kesehatan anak-anak dan lansia di desa tersebut. Rifa berbagi waktu dengan anak-anak di Pojok Membaca, yang menyukai aktivitas membaca bersama dirinya.
Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, Rifa merasa mata kuliah komunikasi lintas budaya dan komunikasi interpersonal sangat membantu dalam berinteraksi dengan warga. “Saya menyesuaikan cara berbicara dengan warga, misalnya menggunakan kata-kata seperti ‘punten’ dan ‘nuhun’ yang lebih dekat dengan budaya mereka,” jelasnya. Keterampilan ini sangat penting untuk membangun kedekatan dan kenyamanan saat berkomunikasi dengan warga setempat.
Cindy Christalia Angela menjalankan KKN di Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, dengan fokus pada produksi media promosi dan publikasi wisata unggulan. Bersama kelompoknya, Cindy melakukan riset dan membuat konten promosi untuk tempat wisata seperti Masjid Al-Kamil, Menara Kujang, Sentra Kuliner Ikan, dan Sungai Cimanuk. Selain itu, mereka berencana membuat pojok literasi di salah satu SD di Jatigede dan menyelenggarakan seminar untuk mendorong minat baca anak-anak. Cindy mengungkapkan bahwa mata kuliah Digital Media Communication (DMC) dan Literasi Media sangat membantunya dalam membuat konten yang menarik dan informatif. “Proyek pembuatan konten untuk Divia TV dulu sangat membantu saya dalam menciptakan konten promosi yang lebih baik di KKN kali ini,” tuturnya.
Defrio Saka Wahid mengusung topik program pencegahan Tuberkulosis (TB) di Desa Sagaracipta, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Program ini fokus pada pengumpulan data mengenai faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap penularan TB, seperti kepadatan penduduk, akses layanan kesehatan, dan kebiasaan hidup masyarakat. Selain itu, Defrio juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penularan, pencegahan, dan pengobatan TB. Pengetahuan yang diperoleh dari mata kuliah komunikasi kesehatan dan pemanfaatan teknologi informasi sangat mendukung pelaksanaan program ini.
Ketiga mahasiswa ini menunjukkan bagaimana ilmu komunikasi dapat diterapkan secara praktis dalam berbagai konteks sosial. Melalui kampanye sosial, promosi pariwisata, hingga edukasi kesehatan, mereka memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif. Kegiatan KKN ini mengajarkan mahasiswa Ilmu Komunikasi tentang pentingnya komunikasi dalam membangun masyarakat yang lebih peduli dan sadar akan informasi yang tepat dan relevan. Dengan memanfaatkan keterampilan yang dipelajari di bangku kuliah, mahasiswa dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan di lapangan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. [Ed]
