Pada 15 November 2025, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Hima Ilkom) Kabinet Makna Kita melaksanakan program kerja baru departemen KPSDM (Kaderisasi & Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa), yakni program I-Mpowerment. Kegiatan ini menjadi program kerja inovasi dari ketua dan wakil ketua himpunan di kabinet ini. Melalui I-Mpowerment, peserta dibekali kemampuan berpikir kritis dan kemampuan membangun pola pikir kepemimpinan. Mereka tidak hanya dilatih sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga belajar mengambil keputusan, mengelola tim, serta memahami peran dan dinamika organisasi. Adapun tujuan utama dari diadakannya program ini adalah mempersiapkan para staf agar siap melanjutkan estafet kepemimpinan Hima Ilkom di periode selanjutnya.
Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung 2 Fikom Unpad ini, diawali dengan sesi pematerian terkait kepemimpinan yang disampaikan langsung oleh Ketua Hima, yakni Muhammadafi Mulantara. Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi FGD (Focus Group Discussion) per departemen. Dalam sesi ini, setiap departemen diminta untuk memberikan kritik dan merumuskan solusi terhadap seluruh program kerja yang ada di Hima. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan kepada para ketua dan wakil kepala departemen untuk mendapatkan masukan dan umpan balik, sehingga setiap gagasan yang muncul dapat dipertimbangkan secara lebih matang dan konstruktif.
Gizza Aufaa Naqiyya atau yang kerap dipanggil Jey, selaku penanggung jawab kegiatan, mengungkapkan bahwa proses persiapan menjadi bagian paling berkesan sekaligus paling menantang. Mengingat I-Mpowerment merupakan program kerja yang sepenuhnya baru, tim sempat mengalami kebingungan. Mereka belum memiliki gambaran yang jelas mengenai arah dan bentuk kegiatan. Berbagai diskusi, perubahan konsep, serta proses trial and error harus dilalui agar program tetap selaras dengan tujuan kaderisasi. Proses ini memang menyita banyak energi dan memerlukan beberapa kali revisi. Namun, dinamika tersebut justru memberikan banyak pelajaran, memperkaya pengalaman, dan memperkuat ikatan serta kekompakan seluruh staf departemen. Dukungan dan arahan langsung dari ketua dan wakil ketua departemen, ketua bidang, serta ketua dan wakil ketua Hima Ilkom turut membantu mengatasi berbagai kendala yang ada. Dengan begitu, seluruh rangkaian persiapan dapat berjalan lebih terarah.
Secara keseluruhan, I-Mpowerment berhasil mencapai tujuannya. Hal ini dibuktikan dengan lahirnya dua calon pasangan ketua dan wakil ketua Hima Ilkom untuk periode selanjutnya dari kegiatan ini. Selain itu, Jey juga menyampaikan kesan dan pesannya kepada para peserta. Ia berharap seluruh materi yang disampaikan dapat memberikan manfaat jangka panjang. Manfaat ini diharapkan tidak hanya dirasakan dalam proses berorganisasi, tetapi juga di luar lingkungan Hima Ilkom. Ia turut mengapresiasi keaktifan peserta selama kegiatan berlangsung, khususnya dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif. Kritik, masukan, dan solusi yang disampaikan peserta diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi. Hal tersebut juga diharapkan menjadi pijakan untuk menyempurnakan program kerja pada periode berikutnya.
Kegiatan ini sejatinya sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Poin ini menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, setara, dan mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua orang. Melalui ruang diskusi yang terbuka dan partisipasi aktif mahasiswa, kegiatan ini menciptakan suasana belajar yang hidup dan inklusif. Munculnya dua pasangan calon ketua dan wakil ketua Hima untuk periode selanjutnya turut menjadi bukti bahwa kegiatan ini mendorong keberanian mahasiswa untuk terlibat dalam proses demokratis.
What’s On Hima Ilkom Vol #7
