HomePenelitian dan InovasiTembus Jurnal SINTA 2: Bukti Anak Muda Tak Hanya Bisa Bersuara, Tapi Juga Berkarya Ilmiah

Tembus Jurnal SINTA 2: Bukti Anak Muda Tak Hanya Bisa Bersuara, Tapi Juga Berkarya Ilmiah

Menjadi mahasiswa bukan hanya soal hadir di kelas dan menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang menciptakan karya yang bermakna. Hal ini dibuktikan oleh dua mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Keduanya sukses memublikasikan artikel ilmiah di jurnal nasional terakreditasi SINTA 2 — capaian yang tidak hanya mencerminkan ketajaman intelektual, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa dalam pengembangan ilmu komunikasi di Indonesia.

Publikasi di jurnal SINTA 2 tentu bukan perkara sepele, diperlukan adanya riset yang mendalam, data yang akurat, serta analisis yang matang. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa pun mampu menembus ranah akademik yang kompetitif, menyuarakan ide segar, dan membuka ruang diskusi yang lebih luas dalam dunia keilmuan.

Salah satu mahasiswa tersebut adalah Damar Dhiyaan Hafidz Wibowo, akrab disapa Hafidz. Mahasiswa angkatan 2022 ini berhasil menerbitkan artikelnya yang berjudul “Sharing is Not Caring: Examining Intention of Sharing Misinformation Moderated by New Media Literacy” di The Journal of Society and Media. Penelitiannya mengangkat isu penting mengenai niat seseorang dalam menyebarkan misinformasi, dengan mempertimbangkan pengaruh literasi media baru. Artikel ini merupakan luaran dari mata kuliah Metode Survei. Meski harus menghadapi tantangan, terutama karena masih awam dengan metode penelitian kuantitatif, Hafidz tetap gigih memperdalam pemahaman demi menghasilkan karya yang berkualitas.

Sementara itu, prestasi serupa juga diraih oleh Iwan, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2022, melalui artikelnya berjudul “Optimizing Government Communication on Environmental Issues: Visual Strategies for Public Engagement”, yang diterbitkan di Jurnal Kajian Komunikasi. Penelitian Iwan menyoroti strategi visual dalam unggahan Instagram milik instansi pemerintah yang berfokus pada isu lingkungan, serta bagaimana elemen visual tersebut dapat meningkatkan keterlibatan publik. Artikel ini merupakan hasil dari mata kuliah Metode Analisis Isi. Tantangan utama yang dihadapinya adalah mencari referensi yang relevan dan tajam untuk membangun pisau analisis dalam penelitian.

Baik Hafidz maupun Iwan menyampaikan pesan kepada sesama mahasiswa untuk tidak takut memulai, dan tetap semangat dalam proses menulis dan meneliti. Keduanya menekankan bahwa kunci keberhasilan terletak pada pemilihan topik yang sesuai dengan minat pribadi, karena dari sanalah rasa ingin tahu dan semangat untuk mendalami akan tumbuh.

Semangat untuk seluruh Ilkomers yang ingin berkarya melalui publikasi ilmiah! Jangan ragu untuk mencoba, karena setiap langkah kecil bisa membuka jalan menuju kontribusi yang lebih besar dalam dunia akademik. [Ed]

Share: