Ilmu Komunikasi Unpad menyelenggarakan Kuliah Umum Komunikasi Publik Pemerintah dengan judul “Provinsi DKI Jakarta Menuju Kota Global” pada Jumat, 26 September 2025, di Auditorium Pascasarjana Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad. Acara ini menghadirkan Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., sebagai narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari ratusan mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi, S2 hingga S3. Acara ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief S. Kartasasmita, dr., Sp.M(K)., M.Kes., Ph.D., Dekan Fikom, Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., S.H., M.Si., guru besar, kepala departemen, jajaran dosen, tamu undangan, hingga awak media.
Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., SH., M.Si., selaku Dekan Fikom Unpad, membuka acara dengan memberikan sambutan yang dilanjutkan dengan sambutan oleh Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., SpM(K), M.Kes., PhD. Selanjutnya kuliah umum dimulai dengan pemaparan dari Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M.

Dalam paparannya, Gubernur Pramono memaparkan strategi pemerintah provinsi dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Saat ini, Jakarta menempati peringkat ke-74 dari 156 kota global, yang menurutnya menjadi tantangan sekaligus motivasi untuk terus berbenah. Ia menekankan tiga prinsip utama pembangunan: inklusif, responsif, dan akuntabel.
Pramono menegaskan pentingnya transparansi dalam memberikan pelayanan kepada seluruh warga tanpa terkecuali dengan membuka diri terhadap kritik dan saran. Ia mengakui pula bahwa dirinya selalu menyempatkan diri untuk melihat kritik dan saran melalui media sosial pribadinya. Prinsip responsif ia wujudkan dengan mengambil keputusan cepat, “Hal-hal kecil yang menjadi suara masyarakat harus segera diselesaikan,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan akuntabilitas setiap kebijakan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Beberapa proyek besar seperti revitalisasi Blok M dibiayai tanpa menggunakan APBD, melainkan memanfaatkan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) secara transparan sebagai sumber dana. Transparansi ini menjadi wujud komunikasi publik yang efektif dalam meningkatkan minat dan perhatian masyarakat untuk mewujudkan Jakarta yang bisa diakses oleh semua warga.
Mengingat demo beberapa minggu sebelumnya, Pramono menjelaskan bahwa gerakan #JagaJakarta menjadi wujud respon cepat pemerintah menghadapi krisis. Strategi dalam berbagai unsur dilaksanakan mulai dari revitalisasi dan optimalisasi fasilitas umum hingga layanan kesehatan. Berangkat dari hashtag menjadi aksi nyata yang berhasil mempersuasif masyarakat Jakarta untuk bergerak. Hal ini merupakan solusi nyata yang merupakan bagian dari strategi komunikasi publik di tengah krisis kepercayaan masyarakat.
Sesi kuliah umum dilanjutkan dengan tanya jawab. Menjawab pertanyaan tentang permasalahan Kampung Bayang, Pramono menyebut pemerintah membuka ruang dialog secara intens sebagai jalur komunikasi untuk menemukan titik temu antara masyarakat dan pemerintah. Selanjutnya, ketika ditanya tentang gaya kepemimpinannya yang dikenal mampu menjadi penengah, Pramono mengatakan bahwa kuncinya adalah komunikasi. Melalui komunikasi yang baik, ia memilih untuk merangkul semua pihak dan menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.
Menanggapi pertanyaan mengenai distribusi bantuan, ia menegaskan pentingnya transparansi dan aksesibilitas. Pemprov DKI memanfaatkan aplikasi JAKI agar warga dapat memantau distribusi bantuan secara digital, sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk datang langsung ke Balai Kota. “Apa yang dibicarakan di ruang publik menjadi prioritas yang harus kami selesaikan,” tutupnya.
Adapun, Kaprodi Ilmu Komunikasi Fikom Unpad Kunto S. Wibowo sampaikan hari ini mahasiswa dapat mempelajari hal yang sangat mendasar yang dipraktikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, di mana kemampuan mendengar menjadi fokus utama.
“Karena selama ini dalam komunikasi yang ditekankan ialah kemampuan berbicara saja, namun tidak dengan mendengar, dan dari contoh Gubernur Pramono, kemampuan mendengarkan ini menjadi penting bagi setiap orang, khususnya pejabat publik agar bisa menciptakan kebijakan yang berdampak,” kata Kunto.
Melalui kuliah umum ini, terlihat bahwa berbagai program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Program pembangunan kota yang inklusif, responsif, dan akuntabel mendukung tercapainya poin ke-11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), pengurangan ketimpangan sosial sesuai poin ke-10 (Berkurangnya Kesenjangan), serta penguatan tata kelola yang transparan sebagaimana diamanatkan poin ke-16 (Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh).
Acara ditutup dengan pemberian cendera mata dari Rektor Unpad kepada Gubernur DKI Jakarta, diikuti pemberian plakat oleh Dekan Fikom Unpad bersama dengan Kaprodi Ilkom Unpad. Selanjutnya, Gubernur menyerahkan cinderamata untuk Unpad sebagai simbol kerja sama yang baik. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara gubernur, pimpinan universitas, dan peserta kuliah umum.

