HomeAcaraPress Release Kuliah Umum Komunikasi Kesehatan Bersama Coach Devi

Press Release Kuliah Umum Komunikasi Kesehatan Bersama Coach Devi

Pada 12 September 2025, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran menggelar kuliaumum bertajuk “Gen-Z & Mental Health dalam Paradigma Komunikasi Kesehatan”. Acara ini menghadirkan Dr. Hera Laxmi Devi Septiani, CPC, CGC, CTC atau yang akrab disapa Coach Devi, sebagai narasumber utama. 

Kuliah umum ini dibuka dengan interaksi hangat antara Coach Devi dan para mahasiswa. Ia mengajak peserta untuk menceritakan hal-hal yang menjadi sumber stres mereka belakangan ini. Momen ini membuka percakapan yang jujur dan reflektif mengenai tantangan yang dihadapi Gen Z dalam menjaga kesehatan mental. 

Dalam pemaparannya, Coach Devi menekankan bahwa isu kesehatan mental menjadi perhatian penting karena Gen Z merupakan kelompok demografis terbesar di Indonesia yang sekaligus sedang berada pada fase transisi kehidupan. “Masalah kesehatan mental saat ini menjadi penyakit terbesar kedua yang memengaruhi kualitas hidup remaja secara global,” ungkapnya. 

Coach Devi juga menyoroti beberapa faktor pemicu permasalahan mental di kalangan Gen Z, mulai dari paparan digital seperti body shaming, flexing, FOMO, doom scrolling, hingga rasa takut gagal. Bentuk gangguan mental yang muncul pun beragam, mulai dari eating disorders, PTSD, gangguan tidur, hingga self-harm. Menurut data yang ia paparkan, gangguan kesehatan mental di kalangan Gen Z dilaporkan meningkat hingga 200%.

Dalam konteks komunikasi kesehatan, Coach Devi menegaskan pentingnya membuka percakapan, mengurangi stigma, serta menyebarkan informasi yang akurat dan relevan. “Praktisi komunikasi bukan terapis. Perannya adalah edukasi, advokasi, dan menciptakan kesadaran agar Gen Z mau mencari bantuan profesional,” jelasnya.

Kuliah umum ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) poin 3.4, yang menargetkan peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan global melalui pencegahan, perawatan, dan edukasi kesehatan. Mahasiswa Fikom Unpad didorong untuk berkontribusi aktif dengan mengoptimalkan peran mereka sebagai komunikator, agen penyebar informasi, dan penggerak kampanye kesehatan mental. Melalui literasi digital yang kritis, penyebaran informasi yang benar, dan advokasi yang berkelanjutan, mahasiswa dapat membantu mengurangi stigma, mendorong teman sebaya mencari pertolongan profesional, serta menciptakan lingkungan akademik yang sehat secara psikologis. Upaya ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian target TPB/SDGs 3.4 di tingkat kampus maupun masyarakat luas.

Share: