Hari Pengentasan Kemiskinan Sedunia dirayakan setiap tanggal 17 Oktober. Hal tersebut diinisiasikan oleh lebih dari seratus ribu orang yang berkumpul di Trocadéro, Paris pada tanggal 17 Oktober 1987 untuk menghormati korban-korban kemiskinan, kelaparan, dan kekerasan. Sejak hari itu, setiap tanggal 17 Oktober, masyarakat di seluruh dunia melakukan hal yang sama untuk menunjukkan solidaritas mereka dengan masyarakat miskin.
Di Program Studi Ilmu Komunikasi, terdapat mata kuliah Komunikasi Pemberdayaan sebagai upaya mengentaskan kemiskinan. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa mempelajari upaya yang dapat dilakukan untuk mengedukasi, menyejahterakan, dan memberdayakan masyarakat. Mahasiswa diajarkan bagaimana membangun komunikasi dan partisipasi aktif masyarakat yang dapat mendorong terjadinya perubahan sosial secara positif.
Kurnia Ratnapuri, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2021, memberikan pendapatnya terkait peran mahasiswa dalam mengentas kemiskinan dan upaya yang telah dilakukannya melalui mata kuliah Komunikasi Pemberdayaan. Puri mengungkapkan bahwa mahasiswa dapat menjadi fasilitator dalam memberikan informasi melalui sosialisasi ataupun program pengembangan diri untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa juga dapat bekerjasama dengan pemerintah atau Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) untuk meningkatkan kualitas program yang diadakan.
Melalui mata kuliah Komunikasi Pemberdayaan, Puri sudah pernah melakukan program pemberdayaan berupa program pengembangan UMKM lokal kepada masyarakat di Desa Genteng, Sukasari, Sumedang. Program ini dilakukan dengan mengedukasi masyarakat terkait pengolahan komoditas utama mereka menjadi produk yang dapat memberikan penghasilan lebih tinggi. Adapun salah satu komoditas utama mereka adalah cabai.
Puri bersama mahasiswa Ilmu Komunikasi lainnya memberikan edukasi mengenai cara mengolah cabai menjadi chili oil, membuat logo produk, dan memasarkan produk melalui e-commerce. Maka apabila harga cabai menurun, produk tersebut tetap dapat dijual dengan harga yang tinggi dan dipasarkan di dalam maupun luar Desa Genteng. Puri berharap program yang diadakannya dapat membantu meningkatkan penghasilan masyarakat. Ia juga berharap masyarakat dapat mulai memproduksi sekaligus memasarkan produk mereka secara mandiri.
Program pemberdayaan tersebut adalah salah satu contoh nyata dari berbagai macam cara yang dapat kita lakukan untuk mengurangi kemiskinan. Masyarakat yang dapat berkembang dan memperoleh penghasilan secara mandiri tanpa ketergantungan pada pihak lain adalah masyarakat yang sejahtera. Maka, marilah mulai peduli dengan masyarakat di sekitar kita! Selamat Hari Pengentasan Kemiskinan Sedunia! (Ed)
