HomeAcaraOrasi Ilmiah Dies Natalis ke-65 Fikom Unpad

Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-65 Fikom Unpad

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) merayakan Dies Natalis ke-65 dengan menggelar orasi ilmiah pada 18 September 2025. Dalam kesempatan ini, Dr. Iriana Bakti, M.Si. membawakan orasi berjudul “Komunikasi Lingkungan Inklusif di Era Krisis Iklim: Strategi Literasi, Partisipasi, dan Aksi Kolektif untuk Keberlanjutan.”

Sebelum orasi dimulai, acara Dies Natalis dibuka dengan pemaparan prestasi yang berhasil diraih civitas akademika Fikom, khususnya sepanjang tahun 2025 oleh Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., S.H., M.Si., selaku Dekan Fikom Unpad. Beliau juga memaparkan berbagai capaian yang berhasil diraih oleh Fikom, seperti kenaikan ranking fakultas ilmu komunikasi di Asia. Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan beberapa sambutan dari tamu undangan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan orasi ilmiah oleh Dr. Iriana. Beliau menekankan bahwa krisis iklim di Indonesia semakin nyata. Ia menyebut tahun 2024 sebagai tahun terpanas dalam sejarah yang memicu cuaca ekstrem, banjir, longsor, kekeringan, dan kenaikan permukaan laut. Ia juga menyoroti Jawa Barat sebagai provinsi yang paling sering terdampak. Dr. Iriana menegaskan pula bahwa krisis ini bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga masalah komunikasi. Ia menilai fakta ilmiah tidak akan efektif jika tidak disampaikan dengan cara yang tepat dan tidak melibatkan semua pihak.

Dr. Iriana mendorong lahirnya komunikasi lingkungan yang inklusif, yaitu komunikasi yang berfokus kepada keadilan. Pendekatan ini juga memastikan keadilan bagi kelompok rentan dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam menentukan agenda, mengevaluasi kebijakan, dan mengambil keputusan, didukung dengan transparansi informasi.

Orasi ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), terutama poin ke-13 terkait Penanganan Perubahan Iklim dan poin ke-16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Komunikasi inklusif dan partisipasi publik yang ditekankan Dr. Iriana membantu mendorong aksi kolektif untuk mitigasi perubahan iklim sekaligus memperkuat tata kelola yang adil. 

Ia kemudian menutup orasinya dengan mengajak semua pihak, baik individu, komunitas, hingga negara untuk bergerak bersama. Individu dapat membangun kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan, komunitas dapat menjadi ruang diskusi, dan negara dapat menciptakan regulasi yang berpihak pada keadilan. 

Berdasarkan kegiatan orasi ilmiah dan rangkaian perayaan Dies Natalis ke-65 ini, Fikom Unpad berharap dapat menginspirasi civitas akademika, alumni, dan masyarakat luas untuk semakin peduli terhadap isu krisis iklim. Momentum ini diharapkan menjadi semangat bagi Fikom Unpad untuk terus memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang mendorong terciptanya komunikasi lingkungan yang inklusif. 

Share: