HomeApresiasiMuhammadafi Mulantara Berhasil Tembus Jurnal Terakreditasi Sinta 5

Muhammadafi Mulantara Berhasil Tembus Jurnal Terakreditasi Sinta 5

Mempublikasikan artikel ilmiah di jurnal terakreditasi adalah impian banyak akademisi, tak terkecuali mahasiswa. Prestasi ini tentunya menjadi sebuah bukti nyata terkait kemampuan mahasiswa dalam melakukan penelitian dan kontribusi nyata dalam ilmu pengetahuan. Salah satu mahasiswa yang berhasil menembus publikasi di junal terakreditasi adalah Muhammadafi Mulantara, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2023.

Mahasiswa yang biasa dipanggil Afi ini berhasil mempublikasikan artikel dengan judul “Pengaruh Adiksi Media Sosial terhadap Tingkat Depresi Mahasiswa Studi Kuantitatif di Universitas Padjadjaran” pada jurnal Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) yang terakreditasi Sinta 5. Penelitian ini membahas tentang apakah terdapat pengaruh dari adiksi penggunaan media sosial terhadap tingkat depresi seseorang.

Afi menyebutkan alasannya membuat penelitian ini, yaitu karena media sosial adalah hal yang dekat dengan kehidupan kita dan pasti semua orang menggunakannya, kemudian belakangan ini sering ada isu-isu mengenai mental health yang diangkat. Sehingga, ia cukup penasaran, apakah ada hubungan antar kedua hal ini.

“Proses penulisan artikel ini berjalan selama 1 semester ketika masuk kepada mata kuliah metode survey, mulai dari belajar literatur review, belajar untuk olah data, menyusun kuisioner yang terdiri dari 2 section (terkait adiksi media dan tingkat depresi), melakukan olah data, hingga penyusunan artikel” ujar Afi ketika ditanya mengenai proses penyusunan artikelnya.

Pencarian responden menjadi salah satu kendala yang dirasakan Afi ketika proses pembuatan artikel ini, karena cakupan yang ingin ia teliti adalah mahasiswa Universitas Padjadjaran. Namun hal ini dapat diatasi Afi dengan menyebarkan kuisioner tersebut kepada teman-temannya yang berada di luar Fakultas Ilmu Komunikasi.

Hasil dari penelitian yang Afi lakukan adalah adanya pengaruh positif dan signifikan antara adiksi media dengan tingkat depresi pada mahasiswa Universitas Padjadjaran. Dari hasil yang telah didapat, Afi berharap bahwa mahasiswa dapat semakin aware terhadap adanya bahaya adiksi media sosial dan bahaya ini bukan sesuatu yang dapat dianggap sepele.

Afi berpesan kepada seluruh mahasiswa yang ingin mempublish jurnal bahwa “ketika mau publish jurnal, cari jurnal yang memang sejalan dengan penelitian yang kita lakukan. Kemudian, buat artikel kita dengan rapi dan sebaik mungkin”

Semoga, kisah Muhammadafi Mulantara dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi banyak mahasiswa untuk dapat berani mencoba dan berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan. [Ed]

Share: