Halo, Ilkomers! Pernah nggak sih kamu merasa udah ngomong panjang lebar, tapi orang lain tetap nggak paham atau bahkan nggak setuju sama kamu? Nah, di situlah mata kuliah Komunikasi Persuasif berperan penting!
Mata kuliah ini nggak sekadar mengajarkan bagaimana cara “membujuk” orang lain, tapi juga melatih cara berpikir strategis yang bisa diterapkan di berbagai konteks. Mulai dari dunia politik, budaya, hingga media. Yuk, kenalan lebih dekat dengan mata kuliah ini lewat penjelasan dari Siti Fatimah Zahrah Fibaeti, M.I.Kom., selaku salah satu dosen pengampu!
Apa tujuan dari Mata Kuliah Komunikasi Persuasif?
Komunikasi Persuasif dirancang sebagai mata kuliah yang bersifat mendasar tetapi sudah masuk ke ranah teknis. Mahasiswa tidak hanya belajar teori persuasi, tetapi juga bagaimana menerapkannya dalam strategi komunikasi yang lebih luas. Tujuan utamanya adalah membangun pola pikir strategis yang bisa diterapkan di banyak mata kuliah lain dan juga dalam dunia kerja. Jadi, meskipun termasuk mata kuliah dasar, pendekatannya sudah mendorong mahasiswa untuk berpikir secara konseptual dan aplikatif.
Mata kuliah ini juga mendorong mahasiswa untuk lebih peka dan kritis terhadap fenomena di sekitar, baik yang berkaitan dengan politik, budaya, maupun media. Mahasiswa diajak memahami bagaimana strategi persuasi bekerja di berbagai konteks kehidupan sehari-hari, sehingga tidak hanya menguasai teori tetapi juga mampu menganalisis praktik komunikasi yang terjadi di lapangan.
Apakah ada perubahan RPS tahun ini?
Menurut Siti, tidak ada perbedaan kurikulum atau RPS yang terjadi, baik dari kelas reguler maupun IUP. Perbedaan mencolok hanya ada pada bahasa yang digunakan di dalam kelas dan hasil tugas saja bagi kelas IUP yang menekankan penggunaan bahasa Inggris.
Bagaimana metode pembelajarannya?
Sejauh ini, pembelajaran masih lebih berfokus pada teori, sedangkan sesi praktik baru dilaksanakan di akhir semester. Pada tahap tersebut, mahasiswa akan mengerjakan proyek UAS sebagai bentuk penerapan dari konsep yang telah dipelajari selama perkuliahan. Kemudian, pola ini juga menjadi catatan agar porsi praktik bisa diperbesar, sehingga mahasiswa punya lebih banyak kesempatan untuk bereksperimen langsung dengan strategi persuasi. Adapun bentuk UAS untuk mata kuliah ini berupa mini riset yang mengangkat fenomena-fenomena persuasif aktual di masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk dapat cermat dalam meninjau berbagai peristiwa terkini dengan menggunakan lensa Komunikasi Persuasif.
Bentuk penilaiannya seperti apa?
Bentuk penilaian dalam Komunikasi Persuasif umumnya masih didominasi oleh bentuk tertulis, termasuk UTS dan UAS. Menurut Siti, proporsi nilai bisa dikatakan sekitar 60:40. Meski ujian tertulis mendominasi, tetapi praktik tetap memiliki peran penting untuk menilai pemahaman mahasiswa.
Apa saja keterampilan yang diperlukan?
Kunci utama untuk berhasil di kelas ini adalah kemampuan berpikir kritis. Mahasiswa tidak hanya memahami teori, tapi juga harus bisa menerapkannya. Pada tahap ini, penilaian tidak lagi berfokus pada benar atau salah, melainkan pada kemampuan mahasiswa mengembangkan ide menjadi strategi komunikasi yang kreatif dan efektif.
Sekilas, komunikasi persuasif memang tidak terlihat sering dipakai di dunia kerja. Namun, kemampuan ini sangat dibutuhkan di dunia profesional, terutama bagi mereka yang menempati posisi strategis di organisasi atau perusahaan. Dalam praktiknya, membujuk rekan kerja atau atasan sering kali lebih menantang daripada memengaruhi audiens eksternal. Hal ini menjadi alasan kuat bagi mahasiswa untuk dapat memahami dan menerapkan strategi persuasi dengan baik.
Nah, Ilkomers, kalau dikaitkan dengan dunia kerja, kemampuan komunikasi persuasif ini penting banget. Ilkomers perlu paham dan bisa menerapkan strategi persuasi, karena akan selalu ada situasi di mana kita harus meyakinkan orang lain, entah dalam presentasi, negosiasi, atau pitching ide. Kemampuan ini juga bakal kepakai banget nanti saat Ilkomers mulai bikin kampanye di semester selanjutnya. So, siap-siap dari sekarang, ya!
Course 101 Vol #5
