HomeUncategorizedMemperingati Hari Kesehatan dengan Wujudkan Indonesia Sehat melalui Komunikasi

Memperingati Hari Kesehatan dengan Wujudkan Indonesia Sehat melalui Komunikasi

Sejak tahun 1964, setiap tanggal 12 November, rakyat Indonesia merayakan Hari Kesehatan Nasional. Peringatan ini dilatarbelakangi oleh wabah penyakit malaria di tahun 50-an. Hal ini mendorong pemerintah untuk menciptakan program pembasmian malaria yang bernama Dinas Pembasmian Malaria di tahun 1959. Program tersebut berhasil melindungi kurang lebih 63 juta penduduk Indonesia dari penyakit malaria di tahun 1964. Maka, peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran rakyat Indonesia mengenai pentingnya kesehatan. Hari Kesehatan Nasional 2024 adalah peringatan yang ke-60 dengan tema “Gerak Bersama, Sehat Bersama.”

Dr. Jenny Ratna Suminar, M.Si., dosen program studi Ilmu Komunikasi, mengungkapkan bahwa kesehatan adalah pilar kehidupan sebuah bangsa dan menjadi salah satu kriteria dalam Human Index Development, sehingga kesadaran mengenai kesehatan adalah hal yang mutlak. Namun, fenomena kesehatan seperti informasi hoax atau pola hidup tidak sehat, telah menjadi fenomena yang biasa terjadi di kehidupan sehari-hari. Disinilah komunikasi dapat berperan sebagai alat untuk menyampaikan pentingnya kesehatan dalam keberlanjutan kehidupan manusia.

Sesuai dengan tema pada tahun ini, sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, kita dapat turut berkontribusi dengan memanfaatkan kemampuan komunikasi untuk mempengaruhi perilaku khalayak. Jenny mengatakan bahwa komunikasi kesehatan merupakan upaya yang sistematis mempengaruhi perilaku kesehatan individu maupun komunitas masyarakat secara positif melalui prinsip dan metode komunikasi di berbagai media.

Dalam Ilmu Komunikasi, terdapat strategi analisis khalayak dalam menyampaikan informasi. Sebelum menyampaikan informasi, kita harus menerapkan strategi ini untuk membangun komunikasi yang lebih efektif. Jenny menjelaskan langkah awal yang dapat kita lakukan adalah memahami siapa khalayak sasaran kita, baik secara demografi maupun psikografi karena setiap individu akan memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Selanjutnya, kita perlu menggugah khalayak tentang pentingnya kesehatan dan kebutuhan kesehatan mereka. Strategi ini dapat membantu kita untuk menentukan cara komunikasi dan tindakan yang tepat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, sehingga informasi ingin kita sampaikan dapat menjadi lebih relevan dan berdampak pada khalayak.

Pada Hari Kesehatan Nasional ini, beliau berharap kesehatan menjadi prioritas di kehidupan sehari-hari. “Apapun yang kita miliki di dunia ini akan menjadi percuma jika kita mengabaikan kesehatan dan tidak bisa menikmati hidup karena terkendala kesehatan,” tuturnya. Kesehatan tidak hanya sekadar bicara tentang bagaimana mengobati suatu penyakit, tetapi juga bagaimana menjaga dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Yuk, kita bergerak bersama dalam mewujudkan Indonesia sehat di masa depan. Selamat memperingati Hari Kesehatan Nasional! (Ed)

Share: