HomeAcaraIlkom Unpad dan STISIPOL Candradimuka Jalin Kolaborasi lewat Program Magang dan Detasering

Ilkom Unpad dan STISIPOL Candradimuka Jalin Kolaborasi lewat Program Magang dan Detasering

Pada Bulan Oktober 2025, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran menerima kunjungan dari STISIPOL Candradimuka Palembang dalam rangka pelaksanaan Program Magang dan Detasering Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang diberikan kepada sejumlah perguruan tinggi terpilih di Indonesia, dengan STISIPOL Candradimuka sebagai salah satu penerimanya.

Kunjungan berlangsung selama enam hari, mulai dari 6-11 Oktober 2025. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah memperdalam pemahaman dan berbagi praktik mengenai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Delegasi STISIPOL Candradimuka terdiri atas Dr. Budi Santoso, M.Comn selaku Ketua Pengusul, Suhendra, M.I.Kom selaku perwakilan Dosen Ilmu Komunikasi, Wiwit Octaviani, M.Kom selaku Kepala Biro Akademik dan Sistem Informasi, Filisa Octary, M.Kom selaku Kepala Biro Umum dan Sumber Teknologi, serta Dita Mayreista, SH., M.H selaku Lembaga Penjaminan Mutu. 

Menurut Budi Santoso, yang juga merupakan alumni Fikom Unpad, menyatakan  bahwa pemilihan Ilkom Unpad sebagai mitra belajar didasarkan pada reputasi dan rekam jejak akademik yang unggul baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Selama kegiatan berlangsung, delegasi STISIPOL Candradimuka mengamati berbagai aspek akademik. Mulai dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sistem informasi akademik, hingga dinamika mahasiswa Ilkom Unpad yang dinilai aktif dan kreatif. Dita Mayreista menyoroti suasana akademik yang “lebih hidup dan mendalam,” sementara Suhendra mengapresiasi keberagaman mahasiswa yang mencerminkan karakter khas Ilkom Unpad sebagai fakultas dengan basis keilmuan komunikasi yang luas.

Kemudian, salah satu hal yang paling menarik perhatian delegasi adalah sistem informasi terintegrasi yang diterapkan di Ilkom Unpad. Wiwit Oktaviani merasa terinspirasi dengan sistem pengajuan penelitian, pengabdian, dan PKM dosen yang dijelaskan oleh tim administrasi, khususnya oleh Saepudin Zohari, S.Mn, M.I.Kom selaku Sekretaris Program Studi. Menurutnya, informasi tersebut membantu STISIPOL Candradimuka untuk mengembangkan sistem serupa di lingkungan mereka. 

Kaprodi Ilmu Komunikasi Unpad, Dr. Kunto Adi Wibowo, M.Si., menjelaskan bahwa Ilkom Unpad telah menjalin komunikasi dengan STISIPOL Candradimuka terkait kegiatan ini sejak dua bulan yang lalu. “Kami menyambut baik program ini karena bukan hanya STISIPOL yang belajar dari Unpad, tetapi kami mendapat wawasan baru mengenai tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi lain, seperti strategi pemasaran program studi dan fleksibilitas jadwal kuliah,” tuturnya. 

Selanjutnya, dari sisi pengelolaan sistem informasi, Saepudin menambahkan bahwa Ilkom Unpad terus mengembangkan Sistem Informasi Akademik Terpadu (SIAT) dengan prinsip pelayanan prima, keamanan data, dan efisiensi digital. Sistem ini dilengkapi dengan layanan e-office untuk pengajuan surat keterangan dengan tanda tangan digital. Selain itu, sistem ini juga terintegrasi dengan Google Apps for Education (GAFE) yang memberikan fasilitas penyimpanan hingga dua terabyte bagi sivitas akademika.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan agenda penyerahan plakat dan sesi diskusi kerja sama antara Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran dan STISIPOL Candradimuka pada 10 Oktober 2025. Agenda penyerahan plakat tersebut dilakukan simbol penghargaan dan komitmen untuk memperkuat hubungan kelembagaan. 

Sesi penyerahan plakat kepada STISIPOL Candradimuka

Pelaksanaan Program Magang dan Detasering tahun 2025 antara Ilkom Unpad bersama STISIPOL Candradimuka juga turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan tujuan ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi antarinstitusi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas akademik dan tata kelola perguruan tinggi, tetapi juga menjadi praktik nyata dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berkelanjutan, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. 

Share: