HomeUncategorizedHari Pencegahan Bunuh Diri Internasional 2024: Komunikasi Menjadi Kunci

Hari Pencegahan Bunuh Diri Internasional 2024: Komunikasi Menjadi Kunci

Sejak tahun 2003 lalu, tanggal 10 September ditetapkan secara resmi oleh World Health Organization (WHO) sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia. Peringatan ini mendapat dukungan dari International Association for the Study of Pain (IASP) dan World Federation for Mental Health untuk mencegah dan mengurangi angka mortalitas akibat bunuh diri.

WHO menjelaskan bahwa kasus bunuh diri tahun 2024 sudah mencapai 720.000 mortalitas dengan bunuh diri sebagai penyebab mortalitas tertinggi pada urutan ketiga di usia 18-29 tahun. Bahkan, angka tersebut terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sehingga harus diprioritaskan di seluruh dunia.

Berdasarkan situs resmi IASP, diungkapkan bahwa rasa peduli dapat menjadi upaya pencegahan bunuh diri. Meski terdengar sepele, rasa kepedulian yang tinggi dapat mengubah pandangan seseorang menjadi lebih positif. Kepedulian juga dapat meningkatkan kesehatan mental seseorang dengan menciptakan rasa aman dan terhubung dengan orang lain.

Haya Nur Karimah, mahasiswi Ilmu Komunikasi 2021 turut mengungkapkan pendapatnya terkait pentingnya menumbuhkan rasa peduli antar sesama. Menurut Haya, ketika mendapati teman yang terlihat mengisolasi diri atau mengalami masalah kita dapat menunjukkan rasa kepedulian dengan mengajaknya mengobrol atau membahas hal yang disukainya. Hal tersebut mungkin tidak memberikan solusi permasalahan secara langsung. Tapi, tanpa disadari kehadiran kita untuk selalu ada untuknya juga bisa membantunya merasa lebih tenang.

Sebelumnya, Haya juga pernah berpengalaman sebagai KM kelas dan koordinator di beberapa organisasi maupun kepanitiaan. Ia merasa dalam suatu kelompok, harus dipastikan kita mengenal semua anggota kelompok kita. Usahakan juga untuk selalu hadir dalam agenda pertemuan untuk meningkatkan bonding antaranggota. Sebuah feedback tentunya sangat diperlukan untuk evaluasi bagaimana perasaan tiap anggota selama bekerja di suatu tempat tertentu. Tindakan-tindakan ini dapat mengurangi adanya tekanan yang berlebih saat bekerja dan dapat membuat anggota menjadi lebih nyaman.

Pada momen ini, Haya berharap kita dapat menanamkan perilaku self love dan lebih peduli kepada diri sendiri. Menurutnya, perilaku self love sangat penting untuk menumbuhkan pikiran positif pada diri kita. Meskipun hanya sekadar memenuhi kebutuhan dasar, seperti self care dengan menjaga makan, self care fisik dengan olahraga, hingga self care mental dengan berkeluh kesah.

“Nggak papa kok menjadi sedikit egois, karena kalo bukan kita yang jadi orang pertama yang peduli sama diri sendiri, siapa lagi?”, ungkapnya. Ia juga berharap kita tidak hanya dapat membangun energi positif pada diri sendiri, namun juga menyebarkan semangat positif dan kebahagiaan kepada orang di sekitar. Sudah saatnya kita saling menjaga satu sama lain pada saat ini.

Untuk itu, yuk, kita peringati Hari Pencegahan Bunuh Diri Internasional 2024 ini dengan sebuah gerakan kecil. Cukup luangkan waktu kita untuk mendengarkan cerita orang lain dan menghargai keberadaannya. Dengan perlahan hal tersebut akan menciptakan perubahan besar. (Ed)

Share: