Halo, Ilkomers! Sebagai mahasiswa komunikasi, kemampuan menulis merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki. Melalui tulisan, kita belajar menyusun pesan dengan jelas, menyesuaikannya dengan target audiens, membangun personal branding, dan masih banyak lagi. Namun, tidak sedikit yang masih bingung nih, harus mulai dari mana ketika diminta menulis. Tapi jangan khawatir! Dalam BTS Insight kali ini, akan ada beberapa kiat menulis yang bisa membantu kamu menjadi copywriter yang baik!
Tulisan harus berkisah (Storytelling)
Salah satu cara yang dapat digunakan untuk membuat pesan yang menarik adalah dengan bercerita. Sebuah pesan yang disampaikan melalui cerita membuat pembaca merasa dekat dan mampu memahami pesan tanpa perlu penjelasan panjang lebar. Contohnya, Ilkomers pasti tahu merek sampo Dove, kan? Dalam video kampanye mereka dengan tagline “Rambutku Mahkotaku” tahun 2022, Dove menceritakan beberapa perempuan dengan berbagai bentuk rambut dan latar belakang yang berbeda. Mereka sama-sama menghadapi komentar negatif tentang warna dan bentuk rambut mereka masing-masing. Narasi sederhana yang dipadukan dengan visual yang natural ini menunjukkan bahwa setiap perempuan punya cerita unik tentang dirinya sendiri. Selain itu, iklan ini juga hendak menyampaikan pesan bahwa perempuan tetap cantik apapun bentuk dan warna rambutnya. Bentuk iklan dengan kisah seperti ini jauh lebih kuat dibanding sekadar mengatakan, “kecantikan sejati datang dari dalam.”
Sentuh emosi pembaca
Menyentuh perasaan pembaca juga menjadi salah satu cara menulis yang efektif. Salah satu contoh terbaiknya adalah kampanye Google berjudul “Loretta” yang ditayangkan saat Super Bowl 2020. Dalam video berdurasi satu menit tersebut, seorang kakek menggunakan Google Assistant untuk mengenang istrinya yang telah tiada. Ia berkata lembut, “Hey Google, show me photos of Loretta!” Setiap perintah sederhana membuka kenangan kecil, dari tawa, perjalanan, hingga pesan yang dulu mereka tulis bersama. Tanpa perlu promosi produk, video ini berhasil membuat jutaan orang terharu. Kata-kata sederhana bisa membangkitkan kenangan, menghangatkan hati, dan membuat pesan terasa begitu manusiawi.
Sell the scare
Ketakutan bisa menjadi alat komunikasi yang efektif ketika digunakan untuk menyadarkan, jadi bukan untuk menakuti, ya! Contohnya terlihat jelas dalam kampanye anti rokok Kementerian Kesehatan dengan pesan sederhana namun tegas, “Merokok membunuhmu.” Kampanye ini memperkuat pesannya melalui visual di bungkus rokok yang menampilkan perokok dengan kondisi paru-paru yang rusak, kanker mulut, atau tenggorokan berlubang. Tanpa banyak kata, kampanye ini menimbulkan rasa takut akan konsekuensi nyata dari kebiasaan merokok. Strategi ini berhasil karena ketakutan yang ditampilkan bukan fiktif, melainkan didasarkan pada realita dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Jadi, kekuatan sell the scare terletak pada membangkitkan kesadaran melalui rasa takut yang nyata.
Tulis seperti pembaca berbicara
Tulisan tidak selalu harus formal, lho! Gaya bahasa yang terasa akrab sering kali lebih efektif karena membuat pembaca merasa disapa. Contohnya, kampanye Gojek “Pasti Ada Jalan.” Dalam berbagai billboard dan unggahan media sosialnya, Gojek menggunakan kalimat sederhana seperti “Laper tengah malam? Gojek-in aja.” atau “Macet? Tenang, GoRide dulu.” Nada bicaranya santai, seperti teman yang menawarkan solusi tanpa menggurui. Bahkan, kosakata seperti “gojekin aja” atau “gosend-in aja” kini sudah menjadi bagian dari bahasa sehari-hari, bukti bahwa gaya tutur yang natural bisa melekat kuat di benak pembaca.
Gunakan humor
Humor juga bisa membuat pesan terasa lebih dekat dan berkesan. Misalnya, iklan makanan ringan Beng-Beng yang memparodikan lagu “Peri Cintaku” hingga menjadi iklan yang ikonik. Para aktor dalam iklan ini menyanyikan lagu tersebut dengan lirik yang diubah dan disesuaikan dengan dua preferensi cara orang mengonsumsi Beng-Beng, ada yang langsung digigit, ada yang dinikmati dingin. Perpaduan dramatis nan lucu ini membuat iklannya mudah diingat dan terasa akrab, tanpa perlu banyak kata.
Dengan memahami lima kiat di atas, kamu bisa membuat tulisan lebih berkesan. Ingat, copywriting bukan hanya soal menulis kata-kata, tetapi tentang menyampaikan pesan yang membuat orang terkesan dan merasa dekat. Selamat menulis, ilkomers!
Sumber:
Youtube video iklan Dove: Rambutku, Mahkotaku
Google ad: Loretta Superbowl 2020
https://www.instagram.com/reel/DG7LOSCJNH9/?hl=en
Behind The Semester Insight Vol #4
