Ujian Akhir Semester menjadi sebuah momen puncak dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama 1 semester kebelakang. Berbagai bentuk Ujian Akhir Semester dilaksanakan oleh mahasiswa pada Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, salah satunya bentuk projek. Komunikasi Organisasi, menjadi salah satu mata kuliah yang menerapkan bentuk UAS berupa projek ini. Pada hari Rabu, 18 Juni 2025, mata kuliah Komunikasi Organisasi melaksanakan penilaian projek UAS yang telah dipersiapkan oleh mahasiswa dengan sebaik mungkin.
Projek UAS Komunikasi Organisasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2024 ini, dibuat dalam bentuk pementasan drama yang diangkat dari studi kasus yang telah menjadi tugas sebelumnya mengenai permasalahan di organisasi.
Dalam projek ini, terdapat beberapa pemenang dari berbagai kategori sebagai bentuk apresiasi yang diberikan oleh dosen Program Studi Ilmu Komunikasi. Beberapa penghargaan ini yaitu:
Pemenang Kategori Grup
- Juara Umum – B6 Innovastra
- Juara Favorit – A2 Double Kill
- Most Enganging Storytelling – B1 Octavision
- Best Problem Solving – B4 Prapatan
- Most Creative Role Play Concept – A6 Six Asix
- Best Group Costume – A3 Ketua Osis
- Best Group Property – B2 Suara Rakyat
- Most Entertaining – A4 Four Twenty
- Most Relateable – B3 Golok
- Less Drama Group – A1 Organization
- Most Realistic – A5 Hi Five
- Best Explaination – B5 Naik Delman
Pemenang Kategori Individu - Best Actor – Giovanno Dzaar De Ussy Whandyra
- Drama Queen – Nafisa Salmadiena
- Class Clown – Rastin Pasha Ramdani
- Best Individual Performance – Mohammad Farhan Haris Fadila
- Best Individual Performance – Sulthan Aqila Khadafi
- Best Individual Performance – Nabil Fadila Kafiandro
- Best Individual Performance – Hazelia Diva Elfreda
- Best Individual Performance – Muhammad Nabil Syafiq
- Best Individual Performance – Riehand Raharjo
- Best Individual Performance – Fahira Permata Hati
- Best Individual Performance – Mardiyah Fitri Robbani
- Best Individual Performance – Mohammad Bintang Nadhif Hasibuan
- Best Individual Performance – Chikara Ivana Karen Tarigan
- Best Individual Performance – Zahra Aulia Alkausar
- Best Individual Performance – Gisselle Laquinta Casalissen
- Best Narrator – Gede Pramana Dickpala Sandi
“Tentang masalah di klub ekstrakurikuler, di bidang tari (ketua bidangnya problematik karena kurangnya komunikasi jika hendak mengikuti lomba, jd ambil keputusan sendiri yg membuat salah paham bahkan sampe ortu ke wali kelas segala) so like masalah tidak menaati birokrasi” ujar Nafisa Salmadiena, salah satu pemenang dalam kategori individu, yaitu Drama Queen saat ditanya mengenai permasalahan yang diangkat dalam projek akhir yang dikerjakan bersama kelompoknya.
Selain Nafisa, Giovanno Dzaar De Ussy Whandyra yang mendapatkan penghargaan sebagai
Best Actor juga menjelaskan mengenai isu yang diangkat oleh kelompoknya:
“Untuk drama kemarin, aku bawain isu komunikasi dari teman sekelas aku. untuk ceritanya sendiri itu tentang kesalahan alur komunikasi yang menyalahi birokrasi. secara lengkap, jadi ada program kerja yang namanya adalah “takjil on the road” yang sudah on progres dari segi proposal dan berbagai persiapannya. pihak divisi humas sebagai penyelenggara pada saat itu langsung mengajukannya ke pembina organisasi. pengajuan dan progres yang sudah ada selama itu, berlangsung tanpa sepengetahuan ketua umum. saat diketahui oleh ketua umum kalau program ini sudah mulai progres, ketua umum pun ngga terima dan sempat meluapkan emosinya ke sekretaris bidang sampai menangis”
Baik Nafisa maupun Gio, juga menjelaskan kendala yang dihadapi oleh kelompoknya selama masa persiapan UAS yang dilakukan, yaitu sulitnya menentukan waktu untuk berlatih bersama karena kesibukan masing-masing individu yang berbeda satu sama lain. Namun, meskipun demikian, kelompok Nafisa dan Gio berhasil untuk memenangkan penghargaan pada kategori kelompok, yaitu Kelompok Favorit yang dimenangkan oleh kelompok A2 (Nafisa) dan Juara Umum yang dimenangkan oleh kelompok B6 (Giovano).
Projek UAS yang telah dilakukan, merupakan sebuah bentuk dari kerja keras, dedikasi, dan juga semangat yang tinggi dari mahasiswa. Kami memberikan apresiasi sebesar-besarnya terhadap usaha serta inovasi yang telah diberikan sebagai bentuk kontribusi nyata oleh generasi masa depan. [Ed]
