HomeTriviaMunculin Ide Saat Creative Block, Gimana Caranya?

Munculin Ide Saat Creative Block, Gimana Caranya?

Halo, Ilkomers! Dalam mata kuliah Creative & Design Thinking, kita telah belajar bahwa kreativitas bukan sekadar bakat bawaan, tetapi proses yang bisa dilatih dan dipicu dengan berbagai strategi. Meski begitu, nyatanya creative block atau kebuntuan ide seringkali tetap datang dan menghambat kita saat harus menemukan ide tertentu. Ketika situasi seperti ini muncul, ada beberapa cara anti-mainstream yang bisa kamu lakukan untuk membuka kembali ruang berpikir kreatifmu. Namun, jangan khawatir, Ilkomers bisa coba 5 tips anti-mainstream berikut ini yang pasti bisa bantu kamu atasi creative block! Yuk, simak bareng-bareng! 

Sediakan Buku Catatan Fisik untuk Menangkap Ide Spontan

Ide kreatif biasanya muncul secara spontan di waktu yang tidak terduga, misalnya saat makan, siap-siap sebelum tidur, atau bahkan saat melakukan berbagai aktivitas di kampus. Oleh karena itu, penting untuk bisa menyiapkan medium yang dapat kita gunakan secara langsung saat ide tersebut muncul. Nah, salah satu medium yang paling efektif untuk hal itu adalah buku catatan fisik. Buku fisik punya kelebihan yang tidak dimiliki medium digital karena bebas dari berbagai distraksi dan memberi ruang luas bagi kita untuk mencorat-coret atau membuat sketsa secara fleksibel. Sensasi menulis tangan pun membantu memperkuat ingatan yang dapat mempermudah kita untuk mengembangkan ide tersebut. 

Jalan Santai Selama 10–15 Menit 

Selain membiasakan diri mencatat ide-ide kecil, berjalan santai selama 10–15 menit juga dapat menjadi cara efektif untuk melepaskan pikiran dari berbagai tekanan. Aktivitas fisik ringan semacam ini membantu otak bergerak lebih bebas, tanpa rasa tegang yang biasanya menghambat aliran ide. Hal-hal kecil yang kamu temui di sekitar, mulai dari bentuk tumbuhan di sekitar, suara kendaraan, hingga percakapan orang yang lewat, sering kali memunculkan asosiasi baru yang dapat berkembang menjadi ide brilian. 

Lakukan Brain Dump untuk Membersihkan Pikiran

Ketika pikiran terasa terlalu penuh, Ilkomers bisa mencoba teknik brain dump. Teknik ini dilakukan dengan cara menuliskan apapun yang muncul di kepala di sebuah kertas tanpa perlu membatasi diri selama beberapa menit. Mungkin hasilnya akan berantakan, tidak nyambung, bahkan terkesan absurd, tetapi justru di situ letak manfaatnya. Brain dump dapat membantu kita untuk membersihkan “ruang mental” sehingga otakmu punya kapasitas lagi untuk menerima, memproses, dan membangun ide-ide segar. 

Melakukan Dialog Imajinatif dengan Benda Mati 

Meskipun terdengar agak nyeleneh, tapi teknik ini mampu mendorong otak untuk keluar dari pola berpikir konvensional/berpikir out of the box loh! Caranya dilakukan dengan ambil objek apa pun dan bayangkan ia punya suara serta perspektifnya sendiri. Tanyakan apa yang benda tersebut rasakan, apa keluhannya, atau bagaimana ia memandang fungsi dirinya. Teknik ini sebenarnya mengajak kita untuk memandang sesuatu dari sudut pandang yang tidak biasa, sehingga dapat memunculkan insight unik yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Mengulang Aktivitas Monoton dengan Sedikit Variasi

Otak manusia sejatinya cenderung menjadi lebih kreatif ketika pola rutinnya sedikit diganggu. Oleh karena itu, Ilkomers bisa mencoba memodifikasi aktivitas yang biasanya monoton dengan menambahkan twist kecil. Misalnya mencoba rute jalan lain saat hendak pulang dari kampus, menggambar dengan spidol berwarna, membaca buku dengan mendengarkan lagu genre berbeda, dsb. Dengan sedikit twist ini, kegiatan yang tampak hanya sekadar rutinitas menjadi kesempatan bagi otak untuk mengeksplorasi ide-ide kreatif baru. 
Nah, dengan menerapkan lima strategi di atas, Ilkomers pastinya bisa lebih siap menghadapi creative block. Inget ya, kreativitas itu bukan potensi bawaan, tetapi suatu hal yang bisa terus-menerus dilatih. Yuk, mulai kebiasaan berpikir kreatif supaya kamu bisa dengan gampang menemukan ide-ide cemerlang!

Behind The Semester Insight Vol #7

Share: