HomeTriviaMengenal Lebih Dekat Mata Kuliah Creative & Design Thinking

Mengenal Lebih Dekat Mata Kuliah Creative & Design Thinking

Halo Ilkomers! Buat kalian para mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Unpad pasti udah nggak asik lagi dengan mata kuliah Creative Design Thinking (CDT). Nah, tapi kalian tau nggak sih kalau mata kuliah CDT ini merupakan inovasi baru di tahun ini? Kira-kira apa latar belakang dari adanya inovasi untuk mata kuliah ini, ya? Nah, biar nggak semakin penasaran, yuk simak penjelasan dari Nadia Febriani, S.I.Kom., M.Si. sebagai salah satu dosen pengampu mata kuliah ini!

Apa tujuan dari mata kuliah Creative & Design Thinking?

Mata kuliah Creative Design Thinking (CDT) hadir sebagai salah satu pembaruan paling signifikan dalam kurikulum Prodi Ilmu Komunikasi pada tahun ini. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang hanya berfokus pada berpikir kreatif, CDT kini menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif melalui integrasi konsep creative thinking dan design thinking yang banyak digunakan di berbagai institusi pendidikan internasional. Pendekatan ini menjadikan mahasiswa tidak hanya diminta menghasilkan ide-ide segar, tetapi juga memahami proses kreatif yang berlandaskan kebutuhan nyata di lapangan. Seperti yang dijelaskan oleh Nadia, mata kuliah ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir kreatif secara terstruktur melalui design thinking agar mampu merespons berbagai tantangan komunikasi masa kini. Dengan demikian, mahasiswa tidak lagi hanya merumuskan gagasan, tetapi juga belajar mengidentifikasi permasalahan, mengembangkan solusi yang tepat sasaran, dan menilai kelayakan implementasinya.

Apakah ada perubahan RPS tahun ini?

Perubahan konsep ini juga diikuti oleh pembaruan pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Jika sebelumnya pembelajaran memiliki muatan kewirausahaan, kini fokus pembelajaran lebih diarahkan pada pemahaman mendalam mengenai fondasi dan tahapan berpikir kreatif berbasis design thinking. Mahasiswa diajak melewati serangkaian proses mulai dari memahami kebutuhan audiens, melakukan eksplorasi ide, hingga mengembangkan solusi yang dapat dipertanggungjawabkan baik secara akademis maupun praktis. Perubahan ini membuat proses kreatif yang selama ini dianggap sekadar aktivitas brainstorming, kini memiliki alur yang lebih logis, sistematis, dan terarah sehingga mahasiswa mampu melihat bagaimana ide berkembang menjadi solusi nyata.

Bagaimana metode pembelajarannya?

Dalam proses pembelajarannya, CDT menekankan penguasaan berbagai kompetensi penting. Mahasiswa dituntut memahami konsep dasar creative design thinking dalam konteks komunikasi, menganalisis permasalahan dengan pendekatan tersebut, serta mengembangkan solusi kreatif yang dapat diuji. Tidak berhenti sampai di situ, setiap gagasan harus diwujudkan dalam bentuk prototipe yang dapat diuji coba dan diperbaiki berdasarkan hasil evaluasi. Proses pengujian ini menjadikan CDT bukan hanya ruang teoritis, tetapi juga laboratorium kecil tempat mahasiswa menguji keefektifan solusi yang mereka kembangkan. Dengan demikian, mereka benar-benar mengalami keseluruhan tahapan berpikir kreatif sebagaimana diterapkan dalam industri profesional.

Bentuk penilaiannya seperti apa?

Metode pembelajaran CDT juga dirancang agar mahasiswa dapat merasakan langsung penerapan design thinking dalam konteks nyata. Meskipun teori tetap diberikan pada awal perkuliahan untuk memperkuat dasar pengetahuan, sebagian besar kegiatan difokuskan pada praktik. Penugasan-penugasan yang diberikan mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, mengeksplorasi ide, dan merumuskan solusi yang relevan. Uniknya, mata kuliah ini tidak memiliki UAS dalam bentuk ujian tulis. Sebagai gantinya, mahasiswa menyelesaikan proyek akhir yang mencerminkan penerapan seluruh tahapan design thinking dari identifikasi masalah hingga pembuatan prototipe final. Penilaian lain seperti UTS dan kuis tetap dilakukan secara tertulis, tetapi inti pembelajaran terletak pada proses membuat, menguji, dan menyempurnakan ide.

Apa saja keterampilan yang diperlukan?

Menurut Nadia, dua keterampilan utama menjadi kunci keberhasilan mahasiswa dalam mata kuliah ini, yakni kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan mengembangkan ide menjadi solusi yang bermanfaat. CDT tidak hanya menilai keunikan ide, tetapi juga melihat bagaimana ide tersebut dapat diterapkan, diuji, diperbaiki, dan memberi dampak nyata. Proses tersebut mendorong mahasiswa menjadi lebih kritis, adaptif, dan terstruktur. Hal-hal itu merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja, terutama dalam industri komunikasi yang terus bergerak dinamis.

Relevansi CDT dalam dunia industri pun tidak dapat diragukan. Industri komunikasi merupakan industri kreatif yang menuntut individu dengan kemampuan menciptakan solusi inovatif berbasis kebutuhan audiens. Profesi seperti produser, perencana konten, hingga kreator digital memerlukan pola pikir kreatif yang mampu melihat celah, merumuskan strategi baru, dan menghadirkan konsep yang unik. Maka dari itu, CDT menjadi bekal awal yang sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa sejak semester awal agar terbiasa berpikir kreatif secara terarah dan aplikatif dalam memecahkan berbagai persoalan komunikasi.

Pada akhirnya, Creative Design Thinking bukan sekadar mata kuliah baru dalam kurikulum Prodi Ilkom, tetapi juga wujud komitmen untuk membentuk mahasiswa yang mampu berinovasi. Dengan menggabungkan kreativitas dan pendekatan design thinking, CDT memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya menantang, tetapi juga sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Lewat mata kuliah ini, mahasiswa didorong menjadi individu yang tidak hanya mampu menghasilkan ide, tetapi juga dapat merancang solusi komunikasi yang berdampak dan berkelanjutan.

Course 101 Vol #7

Share: