HomeTriviaDosen Ilkom Jadi Calon Dekan Fikom, Kok Bisa?

Dosen Ilkom Jadi Calon Dekan Fikom, Kok Bisa?

Halo, Ilkomers! Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran sedang bersiap melaksanakan pemilihan dekan baru, loh! Menariknya, salah satu dosen dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Dr. Nindi Aristi, S.Sos., M.Comn., turut mencalonkan diri dalam pemilihan tersebut. Kira-kira, apa ya alasan di balik keputusannya maju sebagai calon dekan?

Menurut Nindi, ada dua faktor utama yang mendorong langkahnya, yaitu faktor internal dan eksternal. Dari sisi internal, motivasinya berangkat dari kecintaannya terhadap Fikom Unpad yang mendorong dirinya untuk berkomitmen mewujudkan kampus yang agile. Komitmen tersebut didukung oleh sumber daya manusia dan reputasi yang sangat baik, sehingga dapat berakselerasi menuju kolaborasi dan impact yang lebih baik. Sementara itu, dari sisi eksternal, ia memandang Fikom sebagai startup of ideas yang menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, cerita, dan tantangan guna menciptakan kolaborasi strategis, solusi nyata, serta dampak positif bagi masyarakat. 

Selain itu, ia menekankan pentingnya pengembangan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan fakultas. Menurutnya, dosen dan staf akademik perlu memiliki ruang untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan diri, bukan hanya disibukkan dengan pekerjaan administratif. Peningkatan kapasitas individu diyakini akan berdampak langsung pada penguatan citra dan reputasi Fikom secara keseluruhan. 

Dalam pencalonannya, Nindi membawa visi besar untuk mewujudkan Fikom yang unggul, inklusif, dan berdampak, sejalan dengan visi Universitas Padjadjaran. Visi ini dijabarkan melalui tiga pilar strategis utama.

Pilar pertama, Academic and Service Excellence, menitikberatkan pada penerapan penuh kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dan peningkatan layanan akademik melalui pembentukan Service Experience Center yang dapat membantu menyelesaikan kendala akademik maupun non-akademik dengan cepat.

Pilar kedua, Human-Centered Environment, berfokus pada keseimbangan kerja dan kehidupan bagi dosen, staf, serta mahasiswa. Pilar ini menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan, sistem penghargaan yang adil, dan penyediaan sertifikat profesional tambahan bagi mahasiswa untuk memperkuat portofolio mereka di dunia kerja.

Pilar ketiga, Updating Transformation, berorientasi pada transparansi dan tata kelola yang baik melalui penerapan sistem penganggaran digital yang terintegrasi dan partisipatif. Dengan sistem ini, setiap unit di Fikom dapat mengakses informasi penggunaan anggaran secara terbuka dan efisien.

Selaras dengan hal tersebut, visi dan langkah yang diusung Nindi juga mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya TPB 4, Pendidikan Berkualitas dan TPB 16, Institusi yang Kuat, Damai, dan Adil. Melalui komitmen untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan layanan akademik, Fikom diharapkan menjadi ruang pendidikan yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Di sisi lain, penerapan sistem tata kelola digital yang transparan dan partisipatif menunjukkan upaya memperkuat prinsip akuntabilitas serta membangun lingkungan akademik yang jujur dan terbuka.

Melalui ketiga pilar strategis tersebut, Nindi berharap Fikom dapat terus berkembang menjadi fakultas yang unggul, inklusif, dan berdampak, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama mewujudkan Fikom yang semakin maju dan relevan dengan perkembangan zaman.

Pemilihan dekan kali ini diharapkan bisa membuka babak baru bagi Fikom Unpad dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Dengan semangat baru dan kerja sama dari seluruh sivitas akademika, Fikom bisa terus bergerak maju dan memberikan dampak yang lebih besar. Selamat berproses untuk seluruh calon dekan! 

Yellow Whispers Vol #5

Share: