HomeUncategorizedWujudkan Komunikasi Sehat Tanpa Kekerasan

Wujudkan Komunikasi Sehat Tanpa Kekerasan

Setiap tanggal 2 Oktober, kita memperingati Hari Tanpa Kekerasan Internasional. Tanggal tersebut dipilih karena berbarengan dengan hari lahirnya Mahatma Gandhi, seorang tokoh yang terkenal karena filosofinya yang anti kekerasan. Maka, melalui Hari Tanpa Kekerasan Internasional, manusia di seluruh dunia diingatkan untuk menyebarkan pesan anti kekerasan. Pesan tersebut diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang damai, saling memahami, dan saling toleransi.

Tindakan kekerasan seringkali diasosiasikan dengan bentuk kekerasan secara fisik, seperti tindakan penganiayaan, tawuran, perkelahian, dan tindakan fisik lainnya. Padahal, bentuk kekerasan tidak hanya terbatas pada tindakan secara fisik saja, namun juga dapat berbentuk verbal. Kekerasan verbal sering kali lebih tersembunyi dan terjadi dalam komunikasi sehari-hari. Bentuk kekerasan verbal dapat berupa tindakan menghina, merendahkan, menyalahkan, dan name-calling atau memanggil seseorang label yang negatif. Kekerasan ini mempunyai dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental maupun kehidupan seseorang. Sayangnya, masih banyak diantara kita yang tidak menyadari akan hal tersebut.

Sebagai langkah pencegahan tindakan kekerasan, terdapat mata kuliah khusus pada program studi Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran yang mempelajari tentang kekerasan dalam komunikasi, yakni mata kuliah violence communication. Mata kuliah ini bertujuan untuk meningkatkan awareness, pengetahuan, serta keterampilan mahasiswa agar dapat menciptakan lingkungan komunikasi yang aman dan positif.

Garda Attila Yanuar Ridwansyah, mahasiswa Ilmu Komunikasi Angkatan 2022 memberikan pendapatnya terkait mata kuliah violence communication. Menurutnya, mata kuliah ini meningkatkan kepekaan kita terhadap adanya indikasi perilaku kekerasan. Studi ini juga sangat relevan pada kehidupan sehari-hari mengingat kasus kekerasan masih sering kali ditemukan di sekitar kita. Ia juga mengatakan bahwa kasus kekerasan juga kerap ditemukan melalui sosial media, seperti cyberbullying. Oleh karena itu, dengan mempelajari violence communication Garda menjadi lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan selalu memikirkan efek apa yang mungkin terjadi saat menyampaikan sebuah pesan, baik secara langsung maupun melalui sosial media.

Lovie Harleyna Murti, mahasiswi Ilmu Komunikasi Angkatan 2022, juga turut memberikan pendapatnya tentang mata kuliah ini. Menurutnya, mata kuliah violence communication membuatnya belajar bahwa terdapat banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi kekerasan yang ada dalam diri seseorang. Melalui mata kuliah ini, kita dapat melihat sudut pandang dari seseorang yang melakukan tindakan kekerasan sehingga kita akan lebih hati-hati dan tidak menghakimi orang lain tanpa dasar.

Dengan demikian, yuk, kita sama-sama mulai jaga tindakan maupun ucapan kita dan ciptakan lingkungan tanpa kekerasan sebagai langkah awal menuju perubahan positif dalam masyarakat. Selamat memperingati Hari Tanpa Kekerasan Internasional! (Ed)

Share: