HomeHari BesarHari Keterampilan Pemuda Dunia : Belajar Tips Sukses Merintis Usaha Dari Pengalaman Yellow Fellow

Hari Keterampilan Pemuda Dunia : Belajar Tips Sukses Merintis Usaha Dari Pengalaman Yellow Fellow

15 Juli lalu diperingati sebagai Hari Keterampilan Pemuda Dunia. Hari ini diperingati untuk merayakan pentingnya untuk membekali kaum muda dengan keterampilan untuk pekerjaan dan kewirausahaan. Hari Keterampilan Pemuda Dunia menekankan pentingnya pengembangan keterampilan bagi pemuda termasuk keterampilan berwirausaha. Perayaan hari ini juga dapat menginspirasi mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk melihat wirausaha sebagai pilihan karir yang menarik dan membangun. 

Berkaitan dengan Hari Keterampilan Pemuda Dunia, kali ini kisah inspiratifnya datang dari 3 mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran angkatan tahun 2021. Cornelia Indra, Kurnia Ratnapuri, dan Zahran. Ketiganya saat ini sedang aktif menjadi seorang wirausaha di usia mudanya. Seperti apa perjalanan kisahnya? Yuk baca lebih lanjut. 

Cornelia Indra dan Kurnia Ratnapuri memulai bersama usaha mereka yaitu bouquet bunga berbahan dasar balon. Usaha ini mengarah kepada industri kreatif dan kerajinan tangan. Usaha ini sudah dijalani keduanya selama 2-3 bulan ke belakang. Target pasar dari bisnis yang mereka jalankan adalah mahasiswa/i tingkat akhir, namun tidak menutup kemungkinan khalayak umum yang merayakan hari spesial. Cornelia dan Puri memiliki potensi yang sama dalam memulai karir ini yaitu untuk menggali potensi diri di bidang kreatif sekaligus belajar merintis bisnis yang merupakan hasil dari memanfaatkan peluang yang ada di sekitar. Mereka juga sepakat bahwa proses berwirausaha ini juga melibatkan praktik dari pengelolaan media sosial serta komunikasi yang telah dipelajari selama masa kuliah. Banyak nilai-nilai teoritis yang ditemui selama proses perkuliahan yang kemudian diterapkan dalam praktiknya, seeperti mata kuliah Berpikir Kreatif dan Kewirausahaan, Digital Mediated Communication, Komunikasi Visual dan Fotografi, dan Digital Public Relation.

Dalam menjalani bisnis ini, keduanya tak jarang menemui berbagai kendala. Feedback promosi yang terkadang tidak sesuai harapan dan trial & error dalam menciptakan produk yang sesuai dengan target market adalah kendala yang paling sering mereka hadapi. Tentunya dalam prosesnya Cornelia dan Puri terus mencoba menemukan berbagai solusi penyelesaian dari berbagai kendala yang mereka hadapi. Terakhir, Cornelia dan Puri menyampaikan tips kepada teman-teman mahasiswa yang ingin mulai mencoba berwirausaha. Tipsnya meliputi: 

  • Mencari peluang yang unik dan berdaya jual sesuai potensi diri masing-masing.
  • Kenali cara kerja diri sendiri agar mudah dalam mencari partner yang bisa saling melengkapi.
  • Jangan takut memulai.
  • Terus memiliki keinginan untuk belajar dalam proses membangun bisnis.
  • Buat planning yang matang sebagai upaya meminimalisir risiko. 

Kisah mahasiswa berwirausaha lainnya datang dari Maulana Zahran atau kerap disapa Alan. Alan membagikan kisahnya sebagai seorang studio designer pada Anacrhonism Design Studio  yang telah berjalan selama 2 tahun. Anacrhonism Design Studio ini merupakan bisnis yang menjual jasa desain. Target pasar dari bisnis ini merupakan pihak-pihak internasional, namun tidak menutup kemungkinan juga untuk pihak dalam negeri yang menjadi target pasarnya. 

Alan bercerita bahwa motivasinya untuk menjadi wirausahawan di usia muda adalah keinginan untuk membantu orang tua. Selain itu, kesempatan untuk mengeksplorasi pasar internasional dengan kurs dollar sebagai bentuk investasi jangka panjang juga memotivasinya untuk membangun karirnya sebagai seorang wirausaha. Tentunya dalam proses berwirausaha ini banyak kendala yang ditemuinya, mulai dari ditipu oleh klien hingga kehilangan uang berjumlah ratusan dollar. Namun kendala ini yang ditemui lah yang akhirnya menjadi pelajaran baginya untuk semakin berhati-hati terhadap setiap detail bisnisnya. 

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, tentunya Alan juga mengantongi bekal ilmu dari mata kuliah yang ia temui di perkuliahan, seperti Desain Komunikasi Visual yang membuatnya banyak belajar ilmu dan dasar mengenai dunia desain. Alan pun membagikan tips bagi teman-teman mahasiswa lain yang ingin memulai bisnis sebagai seorang wirausaha. Menurutnya penting untuk kita agar jangan takut untuk memulai dan siap untuk menghadapi berbagai tantangan. Modal memang diperlukan dalam memulai sebuah usaha, namun jangan menjadikan modal sebagai momok menakutkan untuk memulai usaha. Baginya hal terpenting adalah niat dan berani mencoba serta yakin terhadap diri sendiri. 

Berbagai kisah inspiratif dari mahasiswa Ilmu Komunikasi yang telah memulai karir mereka sebagai seorang wirausaha ini tentunya diharapkan dapat menjadi motivasi mahasiswa lainnya untuk mulai menggali potensi diri masing-masing dan mengembangkannya. Selaras dengan perayaan Hari Keterampilan Pemuda Dunia, marilah kita turut menyadari pentingnya keterampilan usaha sebagai bekal untuk menghadapi masa mendatang. (Ed)

Share: